Motif Pria di Bandung Rakit Bom & Ikut WAG True Crime: Ingin Dianggap Ahli

Polda Jawa Barat mengungkap motif tersangka MSA (25) yang aktif mempelajari dan mempraktikkan pembuatan bahan peledak. Polisi menduga MSA ingin menunjukkan kemampuannya agar dianggap sebagai ahli di dalam grup WhatsApp True Crime Community.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, MSA secara aktif memberikan tutorial pembuatan bahan peledak kepada anggota grup tersebut.
“Ini ada motivasi secara pribadi yang dirinya dianggap ahli buat kelompok di situ,” kata Hendra saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Kamis (17/9).
Menurut Hendra, MSA juga mempraktikkan langsung pembuatan bahan peledak yang dirakitnya. Hasil praktik tersebut kemudian didokumentasikan dalam bentuk foto dan video.
Dokumentasi uji coba itu selanjutnya dikirimkan ke grup WhatsApp True Crime Community. Polisi menduga aktivitas tersebut dilakukan MSA untuk menunjukkan kemampuan dirinya kepada anggota grup.
Selain ingin dianggap ahli, polisi juga mendalami dugaan MSA memiliki keinginan untuk bergabung atau direkrut kelompok tertentu.
“Dari penyampaian penyidik, sepertinya yang bersangkutan ini terinspirasi dan ingin bergabung dan direkrut. Nah, ini masih kita dalami,” ujar Hendra.
Meski demikian, berdasarkan hasil penyidikan sementara, MSA disebut belum terafiliasi dengan organisasi atau kelompok tertentu. Polisi menyebut MSA baru menjadi partisan dalam grup WhatsApp True Crime Community.
“Berdasarkan penyidikan sementara, TSK MSA tidak terafiliasi dengan organisasi atau kelompok tertentu, melainkan baru menjadi partisan grup WhatsApp True Crime Community,” katanya.
Polisi masih menelusuri komunikasi MSA dengan pihak lain, termasuk kemungkinan adanya pihak tertentu yang menghubunginya melalui pesan langsung untuk melakukan perekrutan.
Hendra mengatakan pendalaman tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah aktivitas MSA di grup tersebut dilakukan secara mandiri atau terdapat pihak lain yang memengaruhinya.
“Semoga ini dalam waktu dekat ada yang sudah DM-DM kepada yang bersangkutan ini apakah ini dari kelompok mana, kelompok mana. Ini harus kita dalami,” ujarnya.
Hendra menyebut polisi berhasil mengamankan MSA sebelum yang bersangkutan diduga bergabung dengan kelompok tertentu.
“Alhamdulillah wasyukurillah bahwa sebelum yang bersangkutan direkrut oleh kelompok-kelompok ini, yang bersangkutan sudah bisa kita amankan,” kata Hendra.
Dalam kasus tersebut, MSA juga diduga aktif mengglorifikasi kejahatan serta memberikan tutorial pembuatan bahan peledak di grup True Crime Community.
Dari lokasi penangkapan, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya bahan kimia, amunisi jenis mortir, proyektil, casing granat, tiga laras senjata api, dan satu pelatuk.
Hingga kini, polisi masih mendalami sasaran dari aktivitas MSA. Hendra menegaskan, sejauh ini belum ditemukan sasaran tertentu yang hendak menjadi target penembakan maupun peledakan.
