Pencuri Rumah Eks Walkot Surabaya Terekam CCTV: Pakai Helm, Wajah Terlihat Jelas
ยทwaktu baca 2 menit

Rumah Wali Kota Surabaya, Raden Soekotjo Sastrodinoto, di Jalan Kartini, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, disatroni dua maling pada Jumat (5/6) sekitar pukul 13.30 WIB. Insiden itu terekam CCTV rumah.
Tampak dalam rekaman CCTV, dua pria tak dikenal mengenakan jaket hitam dan celana jeans masuk ke dalam rumah. Keduanya kompak memakai helm. Salah satu pelaku tampak mengenakan masker, sedangkan pelaku lainnya terlihat jelas dalam rekaman CCTV.
Mereka masuk melalui pintu utama rumah. Keduanya terlihat memegang benda menyerupai tongkat kecil yang diduga digunakan untuk membobol rumah.
Setelah berhasil masuk, keduanya bergegas menyisir beberapa ruangan di dalam rumah tersebut. Tak lama kemudian, keduanya keluar dan meninggalkan lokasi.
Keluarga telah melaporkan kasus itu ke polisi. Dalam pencurian tersebut, pelaku membawa kabur satu bolpoin.
"Sampai detik ini sepertinya barang berharga tidak hilang karena sudah kami pindahkan semua. Yang terlihat hanya satu set bolpoin Parker punya Yangkung (kakek)," ujar cucu Soekotjo berinisial NW--narasumber meminta namanya disamarkan--saat dikonfirmasi, Rabu (10/6).
kumparan berusaha menghubungi Kapolsek Tegalsari Surabaya, AKP Pandhu Andhika Bimantara, namun belum memberikan respons.
Raden Soekotjo Sastrodinoto menjabat sebagai Wali Kota Surabaya (Wali Kota ke-9) dari tahun 1965 hingga 1974. Purnawirawan brigjen ini meninggal dunia pada tanggal 16 Desember 1992 di usia 71 tahun.
Kesaksian Keluarga
Menurut cucu Soekotjo, pencurian itu terjadi pada Jumat (5/6) sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, dua asisten rumah tangga (ART) menghubungi dan melaporkan peristiwa tersebut.
Kedua ART itu baru mengetahui rumah tersebut dibobol maling saat melihat salah satu kamar dalam keadaan acak-acakan sekitar pukul 16.30 WIB.
Keluarga kemudian memeriksa rekaman CCTV dan terlihat dua orang masuk ke dalam rumah.
NW menyampaikan, dua pria tersebut berboncengan menggunakan sepeda motor. Satu pelaku mengenakan jaket berwarna hitam, celana panjang biru muda, helm bermotif garis merah, dan masker.
Sementara rekannya mengenakan jaket berwarna hitam, celana panjang biru muda, helm bermotif garis kuning, sandal jepit, serta tanpa masker.
"Salah satu pelaku terlihat berkulit sawo matang. Satunya pakai masker, tidak terlihat," ucapnya.
NW menduga kedua pelaku masuk ke dalam rumah dengan merusak gembok menggunakan alat yang dibawa dan mencongkel pintu rumah.
