Pohon Tumbang di Jalan Semarang Tewaskan 2 Orang, Pemko Minta Maaf

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan permohonan maaf atas tumbangnya pohon soga di Jalan Pandanaran yang menewaskan dua orang dan melukai seorang pengemudi ojek online.
"Saya menyampaikan permohonan maaf dan turut berduka cita yang mendalam atas musibah ini," ujar Agustina kepada wartawan, Jumat (4/9/2026).
Ia memastikan Pemerintah Kota Semarang akan memberikan pendampingan penuh serta berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk penanganan seluruh korban.
"Penanganan serta pendampingan bagi korban dan keluarga menjadi prioritas utama kami," imbuhnya.
Berkaca dari peristiwa tersebut, Agustina menginstruksikan jajarannya untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan memperkuat langkah mitigasi terhadap pohon-pohon rawan di seluruh wilayah Kota Semarang.
"Saya telah meminta Disperkim memperkuat pemeriksaan pohon rawan menggunakan teknologi tree scanning agar kondisi akar dan bagian dalam batang yang tidak terlihat dari luar dapat terdeteksi lebih awal," tegasnya.
Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif melaporkan kondisi pohon di lingkungan tempat tinggal maupun ruas jalan yang dinilai membahayakan.
"Penataan ruang hijau kota akan selalu berjalan seiring dengan perlindungan keselamatan warga," kata Agustina.
Penyebab Pohon Tumbang
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati (Pipik), menjelaskan bahwa pohon setinggi 15 meter tersebut diduga tumbang karena struktur tanah di bawah pedestrian yang melemahkan sistem perakaran.
"Kendala di bawah permukaan tanah tersebut tidak dapat terdeteksi melalui pengamatan visual biasa," jelas Pipik.
Ia menambahkan, pemeliharaan dan pemangkasan pohon di sepanjang Jalan Pandanaran sebenarnya telah dilakukan secara rutin. Pemangkasan terakhir tercatat pada 30 April 2026 sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap pohon berisiko.
