Polisi Sita CCTV-Periksa 15 Saksi di Kasus Tewasnya Sekuriti di Waduk Jatiluhur

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Garis polisi terpasang di lokasi penemuan mayat seorang sekuriti di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Sabtu (25/6/2026). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Garis polisi terpasang di lokasi penemuan mayat seorang sekuriti di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Sabtu (25/6/2026). Foto: kumparan

Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara menegaskan penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan terkait kematian Sumarna (40), sekuriti yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tangan terborgol di tepi Danau Waduk Jatiluhur.

Hal tersebut disampaikan I Made saat menjawab pertanyaan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menanyakan langsung perkembangan penyelidikan kasus tersebut.

"Untuk perkembangan kasus yang sudah kami dalami, sementara sudah 15 saksi yang kami periksa. CCTV di luar area sekitar waduk juga sudah kami amankan," ungkap I Made dalam video yang diunggah KDM—sapaan akrab Dedi Mulyadi—di akun Instagram pribadinya, Senin (27/7).

Petugas mengevakuasi jasad seorang petugas keamanan (security) yang ditemukan mengapung di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026). Foto: Dok. Istimewa

I Made mengatakan, penyidik juga masih mendalami sejumlah kemungkinan yang berkaitan dengan latar belakang kejadian, termasuk dugaan persoalan pribadi maupun keluarga korban.

"Kemudian ada beberapa hipotesis atau kemungkinan-kemungkinan yang terjadi terhadap korban, baik itu permasalahan pribadi maupun keluarga, sudah kami dalami. Terkait 15 saksi tersebut, semuanya sudah kami mintai keterangan untuk penanganan lebih lanjut," tambahnya.

KDM kemudian menanyakan keyakinan kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut.

"Yang jelas optimistis pelakunya bisa ditangkap?" tanya Dedi.

"Siap, bisa," jawab I Made.

Dedi pun meminta masyarakat Jawa Barat bersabar dan memberikan kepercayaan kepada kepolisian untuk menuntaskan proses penyelidikan.

"Insyaallah, buat seluruh warga Jawa Barat, kasus ini akan segera terungkap dan Polres Purwakarta bersungguh-sungguh untuk mengungkap kasus ini sampai tuntas," tandasnya.