Polisi soal ASN BPN Nias Tewas Usai Diperas Wanita Open BO: Murni Bunuh Diri

Polrestabes Medan memastikan kematian seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nias berinisial AL, ditemukan tewas usai melompat dari lantai 12 sebuah apartemen di Kota Medan, adalah bunuh diri.
Polisi telah menetapkan dua wanita FR (31) dan JS (29) sebagai tersangka. Keduanya dikenal lewat aplikasi kencan MiChat yang dipesannya secara open BO.
"Kasus ini murni bunuh diri. Korban melompat dan meninggal dunia akibat pemerasan yang terjadi di Apartemen Skyview lantai 12, kamar nomor 26, Jalan Abdul Hakim, Kelurahan Padang Bulan Selayang I, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Ambil SK PNS
Adrian menjelaskan, AL awalnya datang dari Nias ke Medan dengan tujuan untuk mengambil Surat Keputusan (SK) pengangkatannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru. Di sela kunjungannya, AL memesan jasa kencan melalui aplikasi MiChat dan janjian dengan seorang wanita berinisial FR.
FR kemudian datang ke Apartemen Skyview bersama seorang temannya yang berinisial JS. Namun, saat bertemu di lobi apartemen, korban membatalkan niatnya untuk berkencan dengan FR.
"Korban memilih beralih ke tersangka JS karena wajah FR ternyata tidak sesuai dengan foto yang ada di aplikasi kencan," tutur Adrian.
Meski batal, FR tetap meminta uang pembatalan kesepakatan sebesar Rp 400.000, yang langsung dibayar oleh korban. Sementara itu, JS mematok tarif pelayanannya sendiri.
"Tersangka JS meminta biaya sekitar Rp 850.000. Uang tersebut kemudian ditransfer oleh korban ke nomor rekening yang diberikan oleh FR," imbuh Adrian.
Dugaan Pemerasan dan Intimidasi
Setelah FR keluar untuk menunggu di lorong, korban dan JS melakukan hubungan seksual di dalam kamar. Selesai sesi pertama yang berlangsung sekitar 10 menit, korban merasa kurang puas dan meminta adegan tambahan. Namun, tidak ada kesepakatan harga di awal terkait permintaan tersebut.
Usai adegan tambahan selesai, JS memanggil FR masuk ke dalam kamar. Di sinilah intimidasi dimulai. Kedua tersangka mendadak memeras korban dengan meminta uang tambahan sebesar Rp 4.500.000.
"Mereka mendesak agar korban memberikan uang tambahan tersebut. Mereka bahkan memaksa melihat isi rekening korban sambil membentak, 'Mana saldomu, mana? Lihat saldomu!'" ucap Adrian menirukan perkataan tersangka.
Korban Panik dan Nekat Melompat
Dalam kondisi panik, korban mundur ke arah balkon sambil memegang ponselnya dan menegaskan bahwa ia sudah tidak memiliki saldo lagi di rekeningnya. Karena terus diintimidasi, korban mengancam akan melompat jika kedua wanita tersebut tetap memaksa.
"Korban berkata, 'Kalau kalian terus minta, nanti aku loncat.' Namun, kedua tersangka malah menantangnya dan menjawab, 'Ya sudah, loncat saja. Kalau berani kamu loncat saja.'" jelas Adrian.
Mendapat jawaban tersebut, AL yang sudah tertekan akhirnya nekat melompat dari lantai 12 apartemen dan tewas seketika. Setelah kejadian, kedua tersangka langsung melarikan diri dari lokasi menggunakan taksi.
Tersangka Telah Ditahan
Polisi bergerak cepat mengusut kasus ini. Saat ini, kedua wanita berinisial FR dan JS telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polrestabes Medan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami depresi atau memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup, segeralah mencari bantuan profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan konseling terdekat.
