Pontianak Diguyur Hujan, Kabut Asap Karhutla Masih Menyelimuti Kota

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Pontianak, meski hujan sempat turun pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.
Berdasarkan data IQAir pada pukul 07.00 WIB, indeks kualitas udara di Pontianak mencapai 212 berdasarkan US AQI atau masuk kategori sangat tidak sehat. Konsentrasi polutan utama PM2.5 tercatat sebesar 137 mikrogram per meter kubik.
BPBD Kalimantan Barat menyebut pergerakan angin dan karhutla di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Ketapang, menyebabkan kabut asap menyelimuti Pontianak dan sekitarnya. Kondisi ini turut berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Siswa SMPN 10 Pontianak, Stasyaditia, mengaku bingung dengan perubahan metode pembelajaran yang bergantian antara daring dan tatap muka. Menurutnya, kegiatan belajar sempat berlangsung secara tatap muka selama satu minggu, kemudian beralih ke daring selama satu minggu, sebelum kembali dilaksanakan secara tatap muka.
“Bingung sih, Kak, setiap minggu itu antara daring sama nggak,” ujar Stasyaditia.
Menurutnya, perubahan tersebut membuat para siswa kerap menanyakan kepastian metode pembelajaran kepada guru setiap pekan.
“Jadi tiap minggu tuh pasti selalu nanya, ini bakal daring atau nggak,” tuturnya.
