Pria di Bandung Barat Aktif WAG True Crime, Bahas Bom dan Radikalisme

Polda Jawa Barat mengamankan seorang pria berinisial MSA (25) yang aktif dalam grup WhatsApp bernama True Crime Community di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Dalam grup tersebut, MSA diduga membahas hingga mengajarkan pembuatan bahan peledak.
“Yang bersangkutan ini paling aktif, walaupun simpatisan tapi paling aktif di situ partisan. Nah, di sini perannya adalah sebagai motivator kejahatan ekstrem,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Kamis (17/9/2026).
Menurut Hendra, MSA diduga aktif mengglorifikasi kejahatan di dalam grup WhatsApp tersebut. Aktivitasnya, kata dia, tidak hanya sebatas berdiskusi, tetapi juga memberikan materi terkait pembuatan bahan peledak.
“Lebih parahnya lagi adalah sebagai pembuat tutorial pembuatan bahan peledak. Dengan kemampuan otodidaknya, kemampuan dia mempelajari sesuatu, dia mengajarkan di grup itu dan mengirimkan posting-postingan itu secara aktif,” ujarnya.
Polisi menyebut MSA juga memberikan informasi mengenai bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan bahan peledak. MSA diduga melakukan praktik menggunakan bahan peledak yang dibuatnya.
Hasil praktik tersebut kemudian didokumentasikan dalam bentuk foto dan video. Dokumentasi itu diduga dikirimkan ke grup WhatsApp True Crime Community.
Hendra mengatakan aktivitas MSA di grup tersebut menempatkannya sebagai salah satu anggota yang paling aktif dalam membahas kejahatan ekstrem dan bahan peledak.
Selain aktivitas di dunia maya, polisi juga menemukan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan bahan peledak dan senjata api.
MSA ditangkap pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Polisi kemudian melakukan penggeledahan di sebuah rumah di Kecamatan Parongpong.
Dari penggeledahan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya bahan kimia, amunisi jenis mortir, proyektil, peluru hampa, peluru tajam, casing granat, tiga laras senjata api, serta satu pelatuk.
Hendra menegaskan penyidik masih mendalami aktivitas MSA, termasuk kemungkinan adanya tujuan atau sasaran tertentu terkait dugaan pembuatan bahan peledak tersebut.
“Hingga saat ini belum ditemukan sasaran penembakan maupun peledakan,” kata Hendra.
