Pria di Bandung Barat Diciduk Usai Uji Coba Bom High Explosive 16 Kali

Polda Jawa Barat mengungkap aktivitas tersangka pria berinisial MSA (25) yang melakukan puluhan kali uji coba bahan peledak di Kampung Parigilame, Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB). MSA adalah anggota grup WhatsApp bernama True Crime Community.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan MSA tidak hanya mempelajari pembuatan bahan peledak, tetapi juga mempraktikkan hasil racikannya.
“Yang bersangkutan juga telah melakukan suatu uji coba, meledakkan dengan bom-bom yang sudah dia rakit,” kata Hendra saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Kamis (17/9/2026).
Untuk bahan peledak kategori high explosive, MSA disebut telah melakukan sekitar 16 kali percobaan. Polisi menyebut uji coba tersebut menghasilkan daya ledak yang besar.
“Untuk yang high explosive ini dia telah melakukan kurang lebih 16 kali percobaan. Dengan jumlah daya ledak yang besar dia lakukan dan dia foto, dia videokan itu,” ujar Hendra.
Selain itu, MSA juga disebut melakukan sekitar 40 kali percobaan terhadap bahan peledak kategori low explosive.
“Untuk yang low explosive, ini dia kurang lebih melakukan percobaan 40 kali,” katanya.
Polisi menyebut MSA mendokumentasikan sejumlah uji coba tersebut dalam bentuk foto dan video. Dokumentasi itu kemudian diduga dikirimkan ke grup WhatsApp True Crime Community, tempat MSA aktif berkomunikasi.
Menurut Hendra, aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya MSA menunjukkan kemampuan yang dimilikinya kepada anggota grup.
Polisi juga menyebut MSA mempelajari pembuatan bahan peledak secara otodidak. Pengetahuan tersebut kemudian diduga dibagikan kepada anggota grup melalui tutorial dan unggahan yang dikirim secara aktif.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya sekitar 13 jenis bahan kimia yang disebut diracik dan diolah tersangka, amunisi jenis mortir, proyektil, 50 peluru hampa, peluru tajam kaliber 5,5, casing granat, tiga laras senjata api, serta satu buah pelatuk.
Meski menemukan aktivitas pembuatan dan uji coba bahan peledak, polisi menyatakan belum menemukan sasaran tertentu untuk aksi penembakan maupun peledakan.
Hendra mengatakan penyidik masih mendalami seluruh aktivitas MSA, termasuk kemungkinan tujuan dari uji coba yang telah dilakukan.
