Pria di Batujajar Bandung Ngamuk Pukul Mobil Warga karena Tak Dikasih Uang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pungutan liar. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pungutan liar. Foto: Shutterstock

Beredar video memperlihatkan seorang pria diduga melakukan pemalakan dan perusakan mobil tim Rabbani Kerudung di kawasan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jabar.

Peristiwa itu diduga terjadi saat tim Rabbani melintas di pertigaan Mande, Batujajar. Dalam video yang diterima kumparan, seorang pria terlihat menghentikan mobil, melontarkan kata-kata kasar, serta memukul kaca dan spion kanan mobil tersebut.

"Minta duit, kamu berani sama saya?" ujar pria dalam video itu.

Rabbani saat dikonfirmasi mengatakan, pria tersebut diduga memaksa meminta uang kepada tim Rabbani. Namun, permintaannya tidak dipenuhi hingga ia mencoba merusak mobil operasional toko Rabbani.

"Pelaku maksa minta duit tapi enggak dikasih dan mencoba merusak mobil store Rabbani," demikian keterangan admin akun Rabbani saat dihubungi melalui pesan langsung atau direct message (DM), Kamis (15/10).

Akibat kejadian tersebut, spion kanan mobil tim Rabbani mengalami kerusakan. Admin akun tersebut menyebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Sementara itu, Kapolres Cimahi AKBP Muh Faruk Razi mengatakan, polisi telah mengetahui video viral tersebut dan tengah menyelidiki kasusnya.

"Oh ya, yang malak-malak angkutan kan? Lagi diselidiki, lagi dicari," kata Faruk saat dihubungi, Kamis (15/10).

Faruk mengatakan, polisi telah mengantongi foto pria yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Petugas masih mencari keberadaan pria itu.

"Lagi dicari orangnya. Ada, fotonya sudah ada kok. Lagi dicari, lagi dicari. Mudah-mudahan sore ini dapat," tuturnya.

Berdasarkan informasi dari admin akun Rabbani, pria yang diduga melakukan pemalakan tersebut disebut-sebut merupakan sopir angkutan kota (angkot).

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pria tersebut dan mendalami kronologi lengkap kejadian.