Pria di Simalungun Tewas saat Menyelam Sungai Lobang

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Proses evakuasi Tim SAR terhadap korban tenggelam di Pemandian Alam Sejuk Sungai Lobang, Simalungun, Senin (14/9/2026). Foto: Dok. Basarnas Medan
zoom-in-whitePerbesar
Proses evakuasi Tim SAR terhadap korban tenggelam di Pemandian Alam Sejuk Sungai Lobang, Simalungun, Senin (14/9/2026). Foto: Dok. Basarnas Medan

Seorang pria bernama Mahyar (25) ditemukan tewas setelah tenggelam di Pemandian Alam Sejuk Sungai Lobang, Desa Kerasaan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Korban ditemukan di dasar sungai dengan kedalaman sekitar 10 meter pada Senin (14/9).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan korban sebelumnya dilaporkan tenggelam pada Minggu (13/9) sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat itu, Mahyar diketahui menyelam secara manual ke dasar sungai untuk membuka tali buoy atau tali pelampung. Namun, beberapa menit kemudian, korban tidak kunjung kembali ke permukaan.

"Melihat kondisi tersebut, warga yang berada di lokasi kemudian melakukan upaya pencarian dan melaporkan kejadian tersebut melalui Call Center Emergency 115 Basarnas. Laporan tersebut selanjutnya diteruskan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," kata Hery dalam keterangannya, Senin (14/9).

Tim SAR dari Danau Toba kemudian bergerak menuju lokasi. Tim tiba sekitar pukul 21.40 WIB dan langsung berkoordinasi dengan pemerintah setempat serta keluarga korban.

"Tim kemudian melakukan assessment dan briefing guna menentukan strategi serta metode pencarian yang akan digunakan," ujarnya.

Tim SAR melakukan pencarian menggunakan alat pendeteksi bawah air atau Aqua Eye, dilanjutkan dengan penyelaman. Penyisiran darat juga dilakukan di sekitar lokasi hingga ke arah hilir Sungai Kurnah sejauh lebih dari 100 meter.

Setelah melakukan pencarian, tim menemukan titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban. Sekitar pukul 23.40 WIB, korban akhirnya ditemukan di dasar sungai dengan kedalaman sekitar 10 meter.

"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," kata Hery.

Korban kemudian dievakuasi sekitar pukul 00.20 WIB dan diserahkan kepada pihak keluarga. Setelah itu, operasi SAR dihentikan.

Proses evakuasi Tim SAR terhadap korban tenggelam di Pemandian Alam Sejuk Sungai Lobang, Simalungun, Senin (14/9/2026). Foto: Dok. Basarnas Medan

"Setelah korban berhasil ditemukan dan dievakuasi, selanjutnya korban kami serahkan kepada pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuannya masing-masing. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR yang telah bersama-sama melaksanakan pencarian dan evakuasi," ujarnya.

Hery mengatakan proses pencarian menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi lubuk sungai yang cukup dalam serta operasi yang dilakukan pada malam hari.

"Kondisi tersebut menyebabkan keterbatasan penerangan dan jarak pandang sehingga membutuhkan kewaspadaan serta penerapan prosedur keselamatan bagi seluruh personel yang melaksanakan pencarian," pungkasnya.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan mengimbau masyarakat agar mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai maupun kawasan pemandian alam.

"Masyarakat diharapkan memperhatikan kondisi perairan, kedalaman sungai, arus, serta tidak melakukan aktivitas penyelaman tanpa perlengkapan keselamatan dan kemampuan yang memadai," pungkas Hery.