Ribuan Jarum Suntik Ditemukan dalam Selokan di Sidoarjo, Dinkes-DLH Selidiki

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi jarum suntik.
 Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jarum suntik. Foto: Shutterstock

Beredar video yang memperlihatkan sejumlah jarum suntik medis bekas dibuang di sebuah selokan di wilayah Tambak Sumur, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Dalam video tersebut, terlihat ribuan jarum suntik dibungkus plastik merah dan sebagian lainnya berserakan. Pada sejumlah jarum suntik yang ditemukan, terdapat tulisan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Eka Candrarini, yang beralamat di Jalan Medokan Asri Tengah 2, Rungkut, Surabaya.

Menanggapi penemuan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo serta Pemerintah Kota Surabaya.

"Mengingat ini termasuk penanganan yang tidak bisa hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan sendiri, sehingga kami berkomunikasi, berkoordinasi dengan DLHK, termasuk juga kami komunikasikan dengan Kota Surabaya," kata Lakhsmie kepada wartawan, Rabu (26/8).

Lakhsmie menyampaikan, berdasarkan informasi yang diterimanya, jarum suntik bekas tersebut bukan berasal dari rumah sakit, melainkan diduga dari salah satu klinik di Surabaya.

"Informasi yang saya terima bahwa ini bukan oleh rumah sakit seperti yang tertera dari foto itu, tapi salah satu klinik yang ada di Surabaya," ucapnya.

Namun, Lakhsmie belum dapat mengungkapkan klinik mana yang dimaksud. Pihaknya masih menelusuri asal jarum suntik tersebut.

"Sependek yang saya tahu itu adalah (dari) klinik di Surabaya. Nanti akan kita cari tahu ya, tapi yang pasti informasi yang saya terima sementara dari Surabaya seperti itu," kata dia.

Lakhsmie mengatakan pihaknya telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi penemuan ribuan jarum suntik tersebut. Namun, saat dilakukan pengecekan, kondisi lokasi sudah bersih.

Ia juga akan mengecek fasilitas pelayanan kesehatan di Sidoarjo untuk memastikan limbah medis dibuang sesuai prosedur.

"Karena kami pastikan betul di jajaran Dinas Kesehatan sendiri, khususnya di Puskesmas, ini telah ada penanganan limbah medis yang sesuai dengan ketentuan," ucapnya.

Lakhsmie mengungkapkan pihaknya siap memberikan sanksi kepada klinik atau rumah sakit di Sidoarjo jika terbukti membuang jarum suntik tersebut secara sembarangan.

"Tentunya pasti akan kita berlakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Artinya bahwa yang bersangkutan tentunya akan kita panggil bersama-sama dengan dinas terkait. Kemudian kita pastikan mengapa hal itu sampai terjadi," ungkapnya.

DLH Ikut Selidiki

Terpisah, Kepala DLH Kota Surabaya, M. Fikser, membenarkan adanya laporan mengenai temuan tersebut. Saat ini, pihaknya berkoordinasi dengan DLH Kabupaten Sidoarjo untuk menindaklanjutinya.

"Kita sudah sama-sama mengecek, alat suntik itu yang perlu didalami ya. Tetapi kemudian ada tulisan resep RSUD EC ada di situ, yang pasti pembuangan limbah B3 di Kota Surabaya sudah sesuai prosedur dan diikuti mekanisme," kata Fikser.

Fikser mengatakan pihaknya juga akan menelusuri lebih lanjut tulisan resep RSUD EC yang ditemukan bersama limbah tersebut.

"Kita akan melakukan pemeriksaan ya, semua-semua yang terlibat, mulai dari PT yang selama ini bekerja sama dengan RS kita panggil, termasuk ada klinik yang kita curigai untuk didalami," ujarnya.