Sejumlah Santri di Pamekasan Bongkar Paksa Bangunan Minimarket Pakai Ekskavator

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ekskavator. Foto: Baloncici/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ekskavator. Foto: Baloncici/Shutterstock

Sejumlah santri membongkar paksa bangunan Indomaret di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, pada Rabu (7/10). Mereka mengerahkan alat berat ekskavator.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi nekat ini dipicu oleh penolakan warga dan santri terhadap pembangunan minimarket tersebut lantaran diduga belum mengantongi izin dari ulama serta tokoh masyarakat setempat.

Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama, menjelaskan bahwa permasalahan izin pembangunan minimarket tersebut sebenarnya sudah sempat dimediasi bersama pemerintah daerah.

Satpol PP Kabupaten Pamekasan juga telah memberikan imbauan resmi kepada pihak pengelola agar menghentikan pengerjaan proyek.

Namun, emosi massa yang telanjur tersulut membuat perusakan tetap terjadi di lokasi.

"Saat kegiatan berlangsung di lapangan, personel kepolisian langsung memberikan imbauan kepada massa aksi. Langkah cepat petugas di lapangan berhasil meredam emosi massa sehingga bangunan tidak sampai dirubuhkan secara keseluruhan," ujar Yoni saat dikonfirmasi, Kamis (8/10).

Terkait insiden perusakan tersebut, Polres Pamekasan menegaskan siap mengambil langkah hukum dan menindaklanjutinya secara profesional jika ada laporan dari pihak yang dirugikan.

"Polres Pamekasan akan menindaklanjuti secara profesional sesuai prosedur hukum yang berlaku apabila terdapat laporan resmi dari pihak yang merasa dirugikan," tegasnya.