Seorang Media Officer Persib Terluka dalam Penyerangan di Rest Area Batang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi saat mendatangi mobil rombongan Persib yang diserang di rest area 360 di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Polisi saat mendatangi mobil rombongan Persib yang diserang di rest area 360 di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026). Foto: Dok. Istimewa

Rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung dilaporkan diserang di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10/2026) malam. Insiden tersebut mengakibatkan bus rombongan mengalami kerusakan dan sejumlah koper milik ofisial serta tim Persib U-18 dilaporkan dijarah.

Media Officer PT Persib Bandung Bermartabat untuk tim EPA U-18, Pandu Persada, juga dilaporkan mengalami kekerasan fisik dalam kejadian tersebut.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Yuliyanto, mengatakan polisi telah mengamankan seseorang yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.

“Sudah diamankan pelakunya. Nanti dirilis Polres Batang ya,” kata Yuliyanto saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2026).

Berdasarkan laporan Persib, insiden itu terjadi sekitar pukul 21.30 WIB ketika Pandu dan Ridwan, anggota tim Akademi Persib, sedang dalam perjalanan kembali ke Bandung.

Keduanya dilaporkan berpapasan dengan rombongan suporter Persija Jakarta yang sedang dalam perjalanan pulang setelah mendukung timnya bertanding di Yogyakarta.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa bus rombongan EPA diserang oleh sekelompok orang yang diduga merupakan bagian dari rombongan suporter tersebut. Akibatnya, bus mengalami kerusakan. Sejumlah koper milik ofisial dan anggota tim EPA Persib U-18 juga dilaporkan hilang dalam dugaan penjarahan tersebut.

Saat berada di area toilet rest area, Pandu dan Ridwan berupaya kembali menuju bus. Namun, situasi yang tidak kondusif membuat keduanya terpisah dari rombongan.

Bus EPA kemudian melanjutkan perjalanan lebih dahulu, sementara Pandu dan Ridwan tertinggal di lokasi kejadian.

Polisi saat mendatangi mobil rombongan Persib yang diserang di rest area 360 di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026). Foto: Dok. Istimewa

Dalam situasi tersebut, Pandu dilaporkan mengalami kekerasan fisik oleh sejumlah orang yang diduga terlibat dalam penyerangan. Untuk menghindari ancaman lebih lanjut, ia kemudian berlindung di sebuah tempat tambal ban di area Rest Area Batang KM 360.

Sementara itu, Ridwan berhasil meninggalkan lokasi dengan selamat setelah mendapatkan tumpangan menggunakan mobil milik orang tua salah satu pemain. Kernet bus rombongan EPA juga berada di dalam kendaraan tersebut.

Persib menyatakan masih berkoordinasi dengan kepolisian di wilayah Batang, Jawa Tengah, untuk memastikan keselamatan Pandu dan mengupayakan evakuasinya dari lokasi kejadian.

“Prioritas utama saat ini adalah memastikan Pandu berada dalam kondisi aman, memperoleh konfirmasi mengenai kondisi fisiknya, dan dapat segera meninggalkan lokasi dengan pendampingan yang diperlukan,” demikian keterangan dalam laporan Persib.

Persib memandang serius insiden tersebut karena menyangkut keselamatan personel yang sedang menjalankan tugas profesional. Klub juga menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan dan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain tidak dapat dibenarkan.