Sungai Mahakam Surut, Hamparan Pasir Muncul di Kutai Barat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sungai Mahakam di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, mengalami penyusutan, Senin (17/8/2026). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Sungai Mahakam di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, mengalami penyusutan, Senin (17/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Sungai Mahakam di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, mengalami penyusutan akibat musim kemarau yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini membuat hamparan pasir muncul di sejumlah bagian sungai.

Pantauan di lokasi, Selasa (18/8), hamparan pasir di kawasan Melak Ilir dimanfaatkan warga sebagai tempat rekreasi. Hampir setiap sore, anak-anak hingga orang dewasa datang untuk bermain, berenang, maupun sekadar bersantai.

Selama ini, Sungai Mahakam menjadi salah satu jalur utama untuk mengangkut hasil tambang. Kapal-kapal tongkang hampir setiap hari melintas di sungai tersebut.

Selain hamparan pasir, sebagian dasar sungai juga mulai terlihat. Kapal atau perahu nelayan yang karam di dasar sungai kini dapat terlihat dengan jelas.

“Kalau air sungai mulai surut, pasirnya jadi kelihatan luas. Anak-anak biasanya datang sore hari untuk bermain dan berenang,” kata Medot, warga Kutai Barat, Selasa (18/8/2026).

Sungai Mahakam di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, mengalami penyusutan, Senin (17/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Menurutnya, kawasan tersebut mulai ramai terutama pada sore hari. Warga datang bersama keluarga untuk menikmati suasana di tepian Mahakam.

“Sekarang suasananya seperti pantai. Warga datang bukan hanya untuk berenang, tapi juga duduk-duduk menikmati sore,” ujarnya.

Pedagang Ikut Mendapat Berkah

Meningkatnya aktivitas warga di kawasan tersebut juga memberikan keuntungan bagi pedagang lokal.

Keramaian pengunjung membuat aktivitas jual beli makanan dan minuman ikut meningkat. Warga yang datang untuk bermain maupun bersantai biasanya membeli makanan dan minuman dari pedagang di sekitar lokasi.

Dhea, salah seorang warga Kutai Barat, mengatakan kawasan tersebut kini lebih ramai sejak hamparan pasir mulai terlihat.

“Sejak pasirnya mulai muncul, sore hari memang lebih ramai. Banyak warga datang untuk bersantai dan anak-anak bermain air,” kata Dhea.

Menurutnya, lokasi tersebut menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat karena tidak membutuhkan biaya besar.

“Buat warga di sini ini jadi hiburan murah. Tidak perlu jauh-jauh, cukup datang ke tepian Mahakam,” ujarnya.

Kebersihan Jadi Perhatian

Di balik ramainya warga yang berkunjung, kondisi kebersihan kawasan masih menjadi perhatian.

Sejumlah sampah terlihat berserakan di sekitar lokasi yang digunakan masyarakat untuk bermain dan bersantai.

Warga berharap kawasan tersebut mendapat perhatian lebih, terutama jika terus dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi.

“Kalau bisa tempat ini lebih diperhatikan, terutama kebersihannya, karena masih ada sampah yang berserakan,” kata Dhea.

Menurutnya, penyediaan tempat sampah dan pembersihan secara rutin diperlukan agar kawasan tepian Mahakam tetap nyaman digunakan.

“Harapannya kawasan ini tetap bersih dan nyaman, sehingga warga bisa menikmati suasana sungai tanpa merusak lingkungan,” tambahnya.

Meski menjadi tempat bermain, warga tetap perlu memperhatikan keselamatan, terutama ketika anak-anak berenang di Sungai Mahakam.

Surutnya permukaan air tidak serta-merta membuat kondisi sungai aman. Perubahan kedalaman, arus, serta kondisi dasar sungai tetap perlu diwaspadai.