Viral Kuda Kurus di Canggu Bali Disewakan untuk Turis, 1 Mati karena Stres

Sebuah video yang memperlihatkan dugaan eksploitasi kuda yang dilakukan oleh penyedia wisata viral di media sosial.
Dalam video yang dibagikan di Instagram oleh warga negara asing (WNA) asal Prancis, tampak seekor kuda berwarna putih dalam keadaan kurus berada di kandang milik penyedia wisata menunggang kuda yang terletak di Canggu, Kabupaten Badung, Bali.
Kepala Satpol PP Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara, mengatakan pihaknya sudah turun langsung ke lapangan bersama Kabid Kesetaraan Hewan dari Dinas Pertanian Kabupaten Badung. Namun, kuda yang viral di media sosial tersebut sudah mati pada Rabu (16/9).
“Kuda yang viral tersebut sudah mati tanggal 16 September 2026 karena sakit atau stres yang dipertegas oleh keterangan dokter hewan. Kedua kuda yang masih tersisa di sana per hari ini sudah dipindahkan ke Tabanan,” kata Suryanegara ketika dikonfirmasi wartawan pada Jumat (18/9).
Suryanegara juga menjelaskan bahwa kuda tersebut sudah berumur lebih dari 30 tahun. Selain kuda berwarna putih yang viral di media sosial, pihak penyedia wisata juga memiliki dua kuda lainnya yang kini direlokasi ke Tabanan.
Selain itu, Suryanegara mengkonfirmasi bahwa kuda-kuda tersebut dulunya memang disewakan kepada turis untuk ditunggangi ke pantai. Namun, karena sudah berusia lanjut, kuda-kuda tersebut sudah tidak disewakan lagi.
“Memang benar disewakan kepada turis yang digunakan untuk jalan-jalan di pantai. Sejak 2 tahun yang lalu tidak disewakan lagi, tetapi untuk jalan-jalan masih diajak ke pantai,” ujarnya.
BKSDA Menyayangkan
Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Ratna Hendratmoko, menjelaskan bahwa pihaknya menyayangkan kondisi kuda itu sebagaimana video yang viral. Namun, kewenangan mengenai kuda berada di bawah Dinas Pertanian karena termasuk satwa domestik.
“Hewan kuda sudah termasuk satwa domestikasi sehingga ada di kewenangan Dinas Pertanian. Terkait berita yang viral, kami sangat menyayangkan kondisi tersebut,” kata Ratna ketika dikonfirmasi.
Sementara itu, pihak manajemen Tarukan Equestrian belum merespons viralnya video mengenai kondisi kuda di tempat tersebut.
