Warga di Flores Panik, Air Laut Surut Usai Gempa M 7,7 NTT

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga di pesisir pantai berhamburan khawatir tsunami usai gempa 7,7 M guncang NTT. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Warga di pesisir pantai berhamburan khawatir tsunami usai gempa 7,7 M guncang NTT. Foto: Dok. Istimewa

Warga di pesisir Flores berhamburan meninggalkan rumah setelah gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi. Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini tsunami.

Kepanikan semakin meningkat setelah warga di sejumlah kawasan pesisir melihat air laut tiba-tiba surut jauh dari garis pantai sesaat setelah gempa.

Menurut warga, bagian dasar laut yang biasanya tertutup air terlihat dengan jelas. Fenomena tersebut memicu kepanikan karena dikhawatirkan menjadi tanda datangnya gelombang tsunami.

“Warga langsung berlarian menjauhi bibir pantai. Ada yang berlari ke tempat yang lebih tinggi, ada juga yang mengungsi ke jalan raya yang posisinya lebih tinggi,” ujar salah seorang warga.

Rumah terdampak guncangan Tsunami di NTT. Foto: Dok. Istimewa

Kepala Kantor BMKG Kelas I Kupang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tetapi tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan maupun perkembangan kondisi di wilayah pesisir.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

Petugas gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah lokasi sekaligus memberikan arahan kepada masyarakat untuk mengantisipasi potensi bahaya pascagempa.