Warga Pekanbaru Gelar Salat Istisqa di 15 Kecamatan, Berharap Hujan Turun

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemerintah Kota Pekanbaru bersama masyarakat melaksanakan Salat Istisqa secara serentak di 15 kecamatan.  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pemerintah Kota Pekanbaru bersama masyarakat melaksanakan Salat Istisqa secara serentak di 15 kecamatan. Foto: Dok. Istimewa

Di tengah kondisi kemarau dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Kota Pekanbaru bersama masyarakat melaksanakan Salat Istisqa secara serentak di 15 kecamatan.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan pemerintah bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Damkar, relawan, dan berbagai unsur terkait terus melakukan upaya penanganan karhutla.

"Kita sudah berikhtiar di darat. Petugas kita bekerja siang dan malam. Hari ini kita mengetuk pintu langit. Kita memohon agar diturunkan hujan yang membawa rahmat, membersihkan udara kita, memadamkan api, dan menjauhkan masyarakat dari segala musibah," kata Agung, Rabu (26/8).

Ia menyebut doa yang dipanjatkan masyarakat Pekanbaru tidak hanya ditujukan untuk Kota Pekanbaru. Sebab, kabut asap akibat karhutla dapat bergerak mengikuti arah angin dan melintasi batas kabupaten, kota, hingga provinsi.

Agung turut mengajak masyarakat mendoakan keselamatan para petugas yang masih berjibaku memadamkan api di lapangan. Mereka harus masuk ke kawasan gambut, menembus asap, dan menghadapi panas untuk mengendalikan kebakaran.

"Ada saudara-saudara kita yang hari ini masih berada di tengah asap dan api. Mereka meninggalkan keluarganya untuk menjaga kita semua. Mari kita doakan seluruh petugas, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, Damkar, relawan, serta masyarakat yang berjibaku memadamkan api, baik di Riau maupun di seluruh Indonesia, sehat-sehat dan selamat," ujarnya.

Personel Manggala Agni Daops Pekanbaru yang kelelahan membasuh muka dengan air saat berupaya melakukan pemadaman lahan yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (24/8/2024). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah diimbau menggunakan masker, mengurangi aktivitas fisik berat di ruang terbuka, serta memperbanyak konsumsi air putih.

Perhatian khusus juga diminta diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil yang lebih berisiko terdampak buruk oleh kabut asap.

"Untuk sementara, mari kita kurangi aktivitas di luar ruangan. Kalau memang harus keluar rumah, gunakan masker. Jaga anak-anak dan orang tua kita. Kesehatan masyarakat adalah yang paling utama," pesannya.

Selain melakukan ikhtiar, Agung mengajak masyarakat memperbanyak doa, istighfar, dan sedekah serta saling membantu warga yang membutuhkan.

"Dalam kondisi seperti ini, mari kita semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Perbanyak doa, istighfar, dan sedekah. Kita mengetuk pintu langit bersama-sama. Insyaallah setiap kesulitan akan Allah berikan jalan keluarnya," ungkapnya.

Pemko Pekanbaru juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Agung berharap pelaksanaan Salat Istisqa serentak di 15 kecamatan menjadi momentum kebersamaan sekaligus muhasabah bagi masyarakat Pekanbaru di tengah kondisi karhutla dan kabut asap.

"Hari ini kita duduk bersama tanpa melihat jabatan dan kedudukan. Kita sama-sama menengadahkan tangan. Semoga doa masyarakat dari 15 kecamatan ini diijabah. Semoga hujan segera turun membawa rahmat, udara kembali bersih, api padam, masyarakat kita sehat, dan seluruh petugas yang berjuang di lapangan kembali kepada keluarganya dengan selamat," pungkasnya.