WN China di Raja Ampat Ditangkap Imigrasi Usai Tombak Penyu-Memasaknya Jadi Sop

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
WN China saat membunuh penyu di Raja Ampat, Papua. Foto: Ditjen Imigrasi
zoom-in-whitePerbesar
WN China saat membunuh penyu di Raja Ampat, Papua. Foto: Ditjen Imigrasi

Imigrasi Makassar mengamankan Wei Shang, warga negara asing (WNA) asal China, karena diduga terlibat dalam perburuan satwa laut yang dilindungi. Ia diduga menombak penyu, kemudian memasak dan memakannya.

Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Kabid Inteldakim) Makassar, Erwin Hendrawinata, mengatakan Wei Shang diamankan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kota Makassar, pada Senin (14/9/2026).

"WNA itu diamankan saat hendak terbang ke luar negeri, Malaysia," kata Erwin kepada wartawan, Selasa (15/9/2026).

Ia mengatakan, pengamanan terhadap Wei Shang berawal dari permohonan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat untuk mengawasi sekaligus mengamankan yang bersangkutan. Atas permintaan tersebut, Wei Shang dicegat dan diamankan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

WN China saat membunuh penyu di Raja Ampat, Papua. Foto: Ditjen Imigrasi

"Adanya surat permohonan resmi dari Raja Ampat untuk meminta mencegah yang bersangkutan ke luar negeri," ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, Wei Shang diduga terlibat dalam perburuan satwa yang dilindungi. Ia diduga menombak penyu di wilayah perairan Painemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua.

"Berdasarkan surat itu, bahwa WNA tersebut ini diduga telah melakukan aktivitas spearfishing (penombakan ikan), yaitu penyu. Kemudian, dia masak dan makan penyu itu," bebernya.

Wei Shang Instruktur Diving

Wei Shang disebut kerap melakukan aktivitas diving atau penyelaman di laut. Ia juga diduga bekerja sebagai instruktur diving dan telah memiliki lisensi penyelaman.

"Ya, kalau jelasnya yang kami tahu dia memang instruktur diving ya. Apa sih, ADIA ya kalau tidak salah itu. Cuma untuk lebih jelasnya kami juga apa, hanya sebatas itu informasinya memang dia mengaku sebagai instruktur dan sebagai guru juga di Australia. Begitu," sambungnya.

Untuk penanganan lebih lanjut, Kantor Imigrasi Makassar akan berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Sorong.

"Kami hanya mengamankan saja karena yang ini kan kasusnya lokusnya di Raja Ampat. Jadi kami diminta untuk mencegah yang bersangkutan keluar dan kami juga berkoordinasi Kantor Imigrasi Sorong. Dan segera kami akan mengawal beliau ke Sorong," tandasnya.