Konten dari Pengguna

Perpustakaan Desa Selenggarakan Vaksinasi Massal

misbahul ilmi

misbahul ilmi

pustakawan di Perpustakaan Nasional RI

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari misbahul ilmi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lima ratus hari lebih kita semua hidup di tengah-tengah pandemi Covid-19. Pandemi yang membatasi kita untuk bebas berinteraksi. Pandemi yang melebarkan jarak fisik kita dengan sesama. Pandemi yang telah merenggut jutaan jiwa di seluruh dunia. Banyak dari kita kehilangan orang-orang terkasih.

Kita semua pasti berharap agar pandemi ini segera usai. Salah satu upaya untuk segera mengakhiri pandemi adalah vaksinasi. Vaksinasi akan mempercepat terbentuknya herd immunity (Kekebalan Kelompok). Mengutip dari https://infeksiemerging.kemkes.go.id , Herd Immunity adalah ketika sebagian besar populasi kebal terhadap penyakit menular tertentu sehingga memberikan perlindungan tidak langsung atau kekebalan kelompok bagi mereka yang tidak kebal terhadap penyakit menular tersebut.

Berbagai elemen bangsa saling bahu membahu dalam penanganan pandemi. Tenaga kesehatan, Pemerintah Daerah, Kementerian dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian, TNI-Polri, Organisasi Keagamaan, Organisasi Kemahasiswaan, Tim Sepakbola, dan Perpustakaan Desa menyelenggarakan vaksinasi massal. Vaksinasi massal telah dilakukan di berbagai tempat, di antaranya di kantor, kampus, rumah ibadah, terminal, stadion, door to door (dari rumah ke rumah), dan juga di perpustakaan desa.

Dalam Peraturan Kepala Perpustakaan Nasinal Republik Indonesia nomor 6 tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan Desa/Kelurahan, definisi Perpustakaan Desa/Kelurahan adalah perpustakaan yang diselenggarakan oleh pemerintah desa/kelurahan yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengembangan perpustakaan di wilayah desa/kelurahan serta melaksanakan layanan perpustakaan kepada masyarakat umum yang tidak membedakan usia, ras, agama, status sosial ekonomi dan gender. Di masa pandemi seperti ini, perpustakaan desa turut serta membantu pemerintah mempercepat terbentuknya herd immunity dengan fasilitasi tempat untuk penyelenggaraan vaksinasi massal.

foto : Sumber Dokumentasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Tahun 2021

49 Perpustakaan Desa yang tersebar di 19 provinsi memfasilitasi vaksinasi massal. Perpustakaan Desa bersinergi dengan stakeholder terkait dalam kegiatan tersebut. Di antara 49 perpustakaan desa ini, ada yang sudah empat kali memfasilitasi vaksinasi massal, yaitu Perpustakaan Desa Molombulahe. Perpustakaan desa ini terletak di kabupaten Boalemo, Gorontalo.

Berikut daftar 49 Perpustakaan Desa yang memfasiltasi vaksinasi massal:

1. Perpustakaan Desa Molombulahe, Gorontalo

2. Perpustakaan Desa Mengwi, Bali.

3. Perpustakaan Desa Punggul, Bali.

4. Perpustakaan Desa Bahasa, Bali.

5. Perpustakaan Desa Pikat, Bali

6. Perpustakaan Desa Dauh Peken, Bali.

7. Perpustakaan Desa Penebel, Bali

8. Perpustakaan Desa Delod Peken, Bali

9. Perpustakaan Desa Wanasalam, Banten

10. Perpustakaan Desa Lebakgedong, Banten

11. Perpustakaan Desa Sawarna Timur, Banten

12. Perpustakaan Desa Ciparasi, Banten

13. Perpustakaan Desa Leuwidamar, Banten

14. Perpustakaan Desa Cibeber, Banten

15. Perpustakaan Desa Panggarangan, Banten

16. Perpustakaan Desa Sajiramekar, Banten

17. Perpustakaan Desa Rantau Karya, Jambi

18. Perpustakaan Desa Sungai Gedang, Jambi

19. Perpustakaan Desa Loram Wetan, Jawa Tengah

20. Perpustakaan Desa Janggalan, Jawa Tengah

21. Perpustakaan Desa Tumpangkrasak, Jawa Tengah

22. Perpustakaan Desa Jati Kulon, Jawa Tengah

23. Perpustakaan Desa Balong, Jawa Tengah

24. Perpustakaan Desa Temurejo, Jawa Tengah

25. Perpustakaan Desa Tawangrejo, Jawa Tengah

26. Perpustakaan Desa Nglobo, Jawa Tengah

27. Perpustakaan Desa Karanganyar, Jawa Timur

28. Perpustakaan Desa Sebawi, Kalimantan Barat

29. Perpustakaan Desa Tambalangan, Kalimantan Selatan

30. Perpustakaan Desa Danau Usung, Kalimantan Tengah

31. Perpustakaan Desa Tedeng, Maluku Utara

32. Perpustakaan Desa Jago, NTB

33. Perpustakaan Desa Semparu, NTB

34. Perpustakaan Desa Kayangan, NTB

35. Perpustakaan Desa Moteng, NTB

36. Perpustakaan Desa Kalimantong, NTB

37. Perpustakaan Desa Banjar, NTB

38. Perpustakaan Desa Mutunggeding, NTT

39. Perpustakaan Karang Taruna, Kampung Aimasi, Papua Barat

40. Perpustakaan Desa Jawi-Jawi, Sulawesi Tengah

41. Perpustakaan Desa Lakomea, Sulawesi Tenggara

42. Perpustakaan Desa Napalakura, Sulawesi Tenggara

43. Perpustakaan Desa Kanonang, Sulawesi Utara

44. Perpustakaan Nagari Siguntur, Sumatera Barat

45. Perpustakaan Nagari Sungai Rumbai Timur, Sumatera Barat

46. Perpustakaan Nagari Sungai Duo, Sumatera Barat

47. Perpustakaan Desa Pelaju Ilir, Sumatera Selatan

48. Perpustakaan Desa Trans Sos II, Sumatera Utara

49. Perpustakaan Desa Sungai Raya, Sumatera Utara

49 Perpustakaan Desa tersebut bisa menjadi contoh untuk perpustakaan desa yang lain dalam fasilitasi vaksinasi massal covid-19. Akselerasi sangat dibutuhkan dalam keadaan genting seperti ini. Semakin cepat kesehatan bangsa ini pulih, akan semakin membaik juga kondisi ekonomi negeri.

Jenis vaksin terbaik menurut Faheem Younus MD, dokter AS yang kerap membagikan kicauan terkait kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia, adalah vaksin yang tersedia sekarang. Dalam beberapa cuitannya di media sosial Twitter, beliau sengaja menggunakan Bahasa Indonesia. Cuitan Bahasa beliau dibantu dengan Google Translate. Berikut cuitan beliau pada tanggal 19 Juli 2021:

“Lalu SEKARANG harus vaksin AZ/Pfizer/Moderna atau? Apapun yang tersedia SEKARANG saja. Rekomendasi bisa berubah sewaktu-waktu. Semua vaksin aman. Perlindungan cukup sekarang lebih baik daripada perlindungan yang terbaik nanti.”

Oleh karena itu, untuk kawan-kawan semua yang memiliki kesempatan vaksinasi, segeralah vaksin. Semoga kita semua dapat segera melewati pandemi yang melelahkan ini.