Tak Selalu Indah, Ini 4 Sisi Gelap Kehidupan Putri Diana Semasa Hidupnya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Miss Kepo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kepergian Putri Diana karena kecelakaan tragis pada 31 Agustus 1997 silam, membuat publik terguncang dan ikut berduka. Terlebih semasa hidupnya, Putri Diana selalu menjadi inspirasi banyak orang karena kepribadian yang dimiliki olehnya.
Meski demikian, di balik sosoknya yang menginspirasi banyak orang, Putri Diana ternyata memiliki sisi gelap kehidupan yang justru membuatnya mengalami gangguan depresi. Bahkan, ketika ia menjadi istri dari seorang Pangeran Britania Raya, berbagai penderitaan pun terus mendatanginya.
Beberapa di antaranya adalah perselingkuhan sang suami, mengalami bulimia, hingga tewas karena kecelakaan tragis. Penasaran seperti apa kisah lengkapnya? Simak informasinya berikut ini.
1. Disebut 'putri pemberontak'
Saat tinggal di istana, Putri Diana kerap dijuluki sebagai putri pemberontak. Julukan itu diberikan karena Princess of Wales ini yang kerap melanggar aturan kerajaan. Salah satunya adalah melahirkan di rumah sakit. Seperti yang diketahui, Kerajaan Inggris lebih mengutamakan agar semua anggota kerajaan melahirkan di rumah saja.
Mengutip Brightside, aturan tersebut dilanggar oleh Putri Diana saat ia melahirkan anak pertamanya, Pangeran William, di Rumah Sakit St. Mary, London. Dan ketika melahirkan Pangeran Harry, Putri Diana memilih untuk tidak mengonsumsi obat nyeri selama persalinan.
Aturan yang dilanggar oleh Putri Diana ini rupanya diikuti oleh Kate Middleton dan Meghan Markle. Keduanya memilih untuk melahirkan anak-anaknya di rumah sakit, daripada mengikuti tradisi yang menyarankan untuk di rumah saja.
2. Perselingkuhan sang suami
Awal mulanya, kisah percintaan Pangeran Charles dan Putri Diana menjadi inspirasi banyak orang. Bahkan tidak sedikit pula yang ingin mencontoh kisah cinta keduanya. Namun kisah cinta keduanya harus berakhir miris karena kehadiran orang ketiga, yaitu Camilla Parker Bowles.
Mengutip Insider, isu-isu perselingkuhan Pangeran Charles pada saat itu mencuat ke publik dan akhirnya menimbulkan skandal yang cukup besar. Ketika menikah pun, Diana sering mendapati beberapa hal yang berhubungan antara Pangeran Charles dan Camilla.
Misalnya saja foto Camilla yang tidak sengaja ia temukan di dalam jurnal Pangeran Charles, memergoki Pangeran Charles yang pergi ke pesta ulang tahun Camilla, hingga akhirnya Pangeran Charles mengakui perselingkuhan yang dilakukannya pada tahun 1994.
Karena merasa tertekan dengan hubungan pernikahannya yang tak mulus, Putri Diana pun dikabarkan dekat dengan berbagai pria. Salah satunya adalah pengawal pribadinya, Barry Mannakee. Skandal ini merupakan salah satu kisah yang jarang didengar oleh publik. Namun, dalam wawancaranya, Putri Diana pernah menyebut bahwa pengawal pribadinya ini sebagai cinta terbesarnya.
“Saya akan dengan senang hati melepaskan semua yang saya punya demi bersamanya,” ujar Putri Diana dalam rekaman wawancaranya dengan Channel 4.
Setelah pihak Kerajaan Inggris mengendus cinta terlarang antara Putri Diana dengan pengawalnya, Barry pun dikeluarkan dari posisinya sebagai pengawal kerajaan. Tiga minggu setelah Barry dikeluarkan, pada 15 Mei 1987, ia pun mengalami kecelakaan dan nyawanya tak bisa diselamatkan.
Hubungan terlarang Putri Diana dengan berbagai pria membuat citra Kerajaan Inggris tercoreng. Akibatnya, Ratu Elizabeth II mendesak Pangeran Charles dan Putri Diana untuk bercerai. Di tahun 1996, keduanya pun resmi bercerai dan Putri Diana kehilangan gelarnya sebagai Her Royal Highness atau Yang Mulia.
3. Sempat mengaku alami bulimia
Karena isu rumah tangganya yang tak kunjung usai dan perlakuan tidak baik dari Pangeran Charles, Putri Diana dikabarkan sempat menderita gangguan pola makan yang serius, yaitu bulimia. Kondisi ini membuat Putri Diana tidak ingin mengkonsumsi apapun selama bertahun-tahun.
Dalam buku biografi yang ditulis oleh Andrew Morton, Diana: Her True Story (1993), penyebab Putri Diana mengalami bulimia karena Pangeran Charles yang kerap mengomentari bentuk tubuhnya.
Diana mengaku bahwa Pangeran Charles pernah meletakkan kedua tangannya di pinggang sang putri. Kemudian, Charles berkomentar bahwa tubuh Diana mulai menggendut. Karena sindiran yang membekas itu, Putri Diana harus bisa bertarung melawan bulimia selama bertahun-tahun.
4. Tewas karena kecelakaan mobil
Di umur 36 tahun, Putri Diana pergi untuk selamanya karena kecelakaan mobil yang menimpanya di Paris. Saat itu ia diketahui baru saja melakukan makan malam bersama kekasihnya, Dodi Al-Fayed pada 30 Agustus 1997.
Pada 31 Agustus 1997 dini hari, mobil yang ditumpangi oleh keduanya mengalami kecelakaan karena menabrak sebuah pilar. Kecelakaan mobil yang dialami oleh Putri Diana sempat memicu berbagai teori konspirasi, namun faktanya belum ada satupun kebenaran dari teori-teori yang dibeberkan.
Akibat dari kecelakaan tersebut, Putri Diana, Dodi Al-Fayed, dan supirnya, Henri Paul. Sedangkan pengawal Putri Diana yaitu Trevor Rees-Jones, selamat dari kecelakaan naas tersebut.
