Konten dari Pengguna

Meningkatkan Kekuatan Otot Pasien Stroke dengan Latihan Range of Motion

Magister Keperawatan UMY

Magister Keperawatan UMY

Aktivitas Mahasiswa Magister Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Magister Keperawatan UMY tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar seseorang sedang mengukur kekuatan otot https://www.canva.com/design/DAGWCePdIDQ/pOjse5K97V2cVeueGFQ3Qg/view?utm_content=DAGWCePdIDQ&utm_campaign=designshare&utm_medium=link&utm_source=editor
zoom-in-whitePerbesar
Gambar seseorang sedang mengukur kekuatan otot https://www.canva.com/design/DAGWCePdIDQ/pOjse5K97V2cVeueGFQ3Qg/view?utm_content=DAGWCePdIDQ&utm_campaign=designshare&utm_medium=link&utm_source=editor

Stroke adalah penyakit yang harus diwaspadai disebabkan oleh kurangnya suplai darah ke otak, dengan demikian otak memiliki peran vital yang penting dalam kelangsungan hidup manusia. Stroke dibagi menjadi dua; stroke pendarahan atau yang biasa dikenal dengan hemoragik terjadi karena pecahnya pembuluh darah di otak, dan stroke non pendarahan atau iskemik yang terjadi akibat penyumbatan aliran darah di otak.

Dilansir dari Indonesian Stroke Foundation, Indonesia ada di urutan pertama dengan jumlah stroke terbanyak di Asia. Dampak fisik yang umum terjadi bagi penderita stroke adalah kelumpuhan atau kelemahan otot terutama ekstremitas atas dan bawah disisi yang sama. hal ini tentunya dapat mempengaruhi kemampuan untuk bergerak dan melakukan aktifitas sehari-hari. Selain itu, masih ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko seseorang mengalami stroke seperti pola hidup yang tidak sehat, riwayat keluarga, usia, dan memiliki penyakit tertentu (hipertensi, kolesterol tinggi, kelebihan berat badan, diabetes)

Disisi lain ada beberapa latihan yang bagus untuk diterapkan bagi penderita stroke, baik dengan dipandu oleh tenaga kesehatan maupun secara mandiri, salah satunya latihan range of motion yang dapat diterapkan penderita stroke.

Range of Motion

Latihan range of motion (ROM) adalah latihan yang dilakukan guna mempertahankan atau memperbaiki tingkat kemampuan menggerakan persendian secara normal, dimana akan berdampak peningkatkan massa otot dan tonus penderita stroke. Range of motion dibagi menjadi dua; ROM aktif dan ROM pasif, ROM aktif dilakukan dengan menggunakan tenaganya sendiri tanpa bantuan orang lain sedangkan ROM pasif kebalikannya, dimana latihan tersebut dilakukan dengan bantuan orang lain.

Berikut gerakan Range of Motion:

a. Kepala dan leher

Tundukkan kepala kebawah menuju dada kemudian kembali keposisi semula, naikkan kepala keatas kemuadian kembali kebawah dan memutar kepela ke kanan dan kiri.

Gambar gerakan range of motion pada kepala dan leher https://www.canva.com/design/DAGWCttfP-A/e_IlHUtrIhkLoAEPhNoW4A/view?utm_content=DAGWCttfP-A&utm_campaign=designshare&utm_medium=link&utm_source=editor

b. Bahu

Naikkan bahu ke atas kemudian kembali kebawah.

Abduksi adduksi: gerakan lengan menjauhi dan mendekati tubuh.

Gambar gerakan range of motion pada bahu https://www.canva.com/design/DAGWCyvNri8/HtZwoX8YRuTRdFuOo2z0vA/view?utm_content=DAGWCyvNri8&utm_campaign=designshare&utm_medium=link&utm_source=editor

c. Siku

Bengkokkan siku hingga jari-jari menyentuh dagu kemudian kembalikan ke posisi semula.

Gambar gerakan range of motion pada siku https://www.canva.com/design/DAGWC6ctxDA/oK7u1KiysADmOVyHley8lg/view?utm_content=DAGWC6ctxDA&utm_campaign=designshare&utm_medium=link&utm_source=editor

d. Pergelangan tangan

Bengkokkan keatas kemudian kebawah.

Gambar gerakan range of motion pada pergelangan tangan https://www.canva.com/design/DAGWC8irJ-s/pYByLEBcVY3ldzCWcJ5Qrg/view?utm_content=DAGWC8irJ-s&utm_campaign=designshare&utm_medium=link&utm_source=editor

e. Jari-jari tangan dan ibu jari

Genggam jari-jari tangan kemudian lepaskan dan regangkan jari-jari tangan kemudian rapatkan kembali.

Genggam ibu jari kemudian lepaskan dan regangkan ibu jari kemudian dekatkan kembali.

Gambar gerakan range of motion pada jari-jari tangan dan ibu jari https://www.canva.com/design/DAGWDHiwyYo/23g-3ZaMpGZBXnaLnaKY_A/view?utm_content=DAGWDHiwyYo&utm_campaign=designshare&utm_medium=link&utm_source=editor

f. Pinggul

Naikkan tungkai ke atas kemudian luruskan, gerakkan tungkai ke samping kemudian kembalikan keposisi semula dan putar tungkai kearah dalam dan luar.

Gambar gerakan range of motion pada pinggul https://www.canva.com/design/DAGWDNQ9fc4/6IUAIo1ZBL6WhqXqu4xXxg/view?utm_content=DAGWDNQ9fc4&utm_campaign=designshare&utm_medium=link&utm_source=editor

g. Lutut

Gerakkan atau tekuk lutut kearah belakang kemudian kembalikan ke arah semula.

Gambar gerakan range of motion pada lutut https://www.canva.com/design/DAGWDJGFdG8/ynPGFHrd59mcG7Ib2VL8jQ/view?utm_content=DAGWDJGFdG8&utm_campaign=designshare&utm_medium=link&utm_source=editor

h. Mata kaki

Gerakkan kaki ke atas kemudian ke bawah.

Gambar gerakan range of motion pada mata kaki https://www.canva.com/design/DAGWDHONuj0/y2-OTqupsyHrLTqrrIFZwQ/view?utm_content=DAGWDHONuj0&utm_campaign=designshare&utm_medium=link&utm_source=editor

i. Kaki

Memutar telapak kaki samping kedalam dan luar.

Gambar gerakan range of motion pada kaki https://www.canva.com/design/DAGWDB_xk9M/NQZxBxezXRtPM3u-39Jg7w/view?utm_content=DAGWDB_xk9M&utm_campaign=designshare&utm_medium=link&utm_source=editor

Selanjutnya, penelitian dilakukan oleh Setyowati dkk., (2023) dengan menunjukkan hasil latihan range of motion yang diberikan selama empat hari dan dilakukan 2x/hari selama 15 menit dapat meningkatkan kekuatan otot pasien stroke. Penelitian ini juga dilakukan oleh Natasya & Nooratri, (2024) dengan hasil peningkatan kekuatan otot pasien stroke dengan latihan range of motion pasif yang dilakukan di bangsal Neuro Center RSUD DR. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.

Penulis:

1. Patima, S.Kep., Ns

Mahasiswa Magister Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

2. Fitri Arofiati, Ns., MAN., Ph. D

Dosen Magister Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Referensi:

  • Agusrianto, A., & Rantesigi, N. (2020). Application of Passive Range of Motion (ROM) Exercises to Increase the Strength of the Limb Muscles in Patients with Stroke Cases. Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA), 2(2), 61–66. https://doi.org/10.36590/jika.v2i2.48

  • Fernández-Solana, J., Álvarez-Pardo, S., Moreno-Villanueva, A., Santamaría-Peláez, M., González-Bernal, J. J., Vélez-Santamaría, R., & González-Santos, J. (2024). Efficacy of a Rehabilitation Program Using Mirror Therapy and Cognitive Therapeutic Exercise on Upper Limb Functionality in Patients with Acute Stroke. Healthcare, 12(5), 569. https://doi.org/10.3390/healthcare1205056.

  • Gao, L., Peng, L., Wang, J., Zhang, J. H., & Xia, Y. (2024). Mitochondrial stress: A key role of neuroinflammation in stroke. Journal of Neuroinflammation, 21(1), 44. https://doi.org/10.1186/s12974-024-03033-7

  • Hapsari, V. D., Rahayu Ningtyas, N. W., Yunita, S., Indarsita, D., & Johana, T. (2023). Bunga Rampai Pemeriksaan Fisik. Media Pustaka Indo.

  • Natasya, M. N., & Nooratri, E. D. (2024). Penerapan Latihan Range Of Motion(ROM) Pasif Terhadap PerubahanKekuatan Otot Ekstremitas Pada PasienLansiaDengan Kasus Stroke Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Vitalitas Medis: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran, Vol. 1 No. 2 April 2024, Hal 148-154. https://doi.org/10.62383/vimed.v1i2.186

  • Sari, C. W. M., Nofrel, V., & Lukman, M. (2023). Correlation Between Knowledge and Self-Efficacy with Family Skills in Exercising Range of Motion for Post-Stroke. Journal of Multidisciplinary Healthcare, Volume 16, 377–384. https://doi.org/10.2147/JMDH.S387686

  • Setyowati, L., Elma, Mashfufa, E. W., Marta, O. F. D., & Aini, N. (2023). The Effect of Nursing Range of Motion on the Motor Function of Patients with Impaired Physical Mobility. Formosa Journal of Science and Technology, 2(2), 645–654. https://doi.org/10.55927/fjst.v2i2.2958