Konten dari Pengguna

Pembangunan SDM Desa Labruk Kidul sebagai Jawaban Keberdayaan Lumajang

MMD-UB 2025 Kelompok 67
Tim Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya Kelompok 67 2025 adalah sebuah tim yang bergerak atas misi memberdayakan Desa Labruk Kidul.
22 Juli 2025 15:48 WIB
·
waktu baca 6 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Pembangunan SDM Desa Labruk Kidul sebagai Jawaban Keberdayaan Lumajang
Tulisan ini berisi tentang pembangunan sumber daya manusia yang dilakukan MMD UB kelompok 67 di Desa Labruk Kidul Kabupaten Lumajang.
MMD-UB 2025 Kelompok 67
Tulisan dari MMD-UB 2025 Kelompok 67 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sambutan Kepala Desa Labruk Kidul saat sosialisasi berlangsung. Sumber MMD UB kelompok 67.
zoom-in-whitePerbesar
Sambutan Kepala Desa Labruk Kidul saat sosialisasi berlangsung. Sumber MMD UB kelompok 67.
ADVERTISEMENT
Desa Labruk Kidul merupakan salah desa yang berada di Kabupaten Lumajang yang memiliki isu persis wilayah lainnya di daerah tersebut. Bersama dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Universitas Brawijaya (UB) bekerja sama dalam menyelesaikan isu yang dialami kabupaten tersebut terkait minimnya tingkat literasi. MMD UB kelompok 67 adalah tim yang ditempatkan desa tersebut dan dalam menangani isu yang ada mereka melakukan strategi pembangunan soft based outcome sebagai solusi terbaik untuk menyelesaikan kendala desa tersebut.
ADVERTISEMENT
Pembangunan merupakan proses transisi masyarakat agrarian menuju fase industrial. Umumnya dalam transisi tersebut yang menjadi fokus adalah akumulasi kapital modal materil dalam bentuk infrastruktur maupun uang. Meski begitu, seiring berjalannya waktu pembangunan tidak hanya berfokus pada unsur ekonomi semata. Kini pembangunan diartikan sebagai pertumbuhan dalam berbagai aspek yaitu bidang ekonomi, sumber daya manusia (SDM), politik, dan lingkungan. Indikator pembangunan negara dan wilayah variabel yang disebutkan antara lain menggunakan Produk Domestik Bruto (PDB) dan pendapatan per kapita untuk ekonomi; Human Development Index (HDI) untuk SDM; Democracy Index untuk politik; serta Ecological Footprint dan Biocapacity Index untuk lingkungan.
Semua jenis variabel pembangunan yang disebutkan tentu membantu meningkatkan kesejahteraan manusia, tetapi jika ingin menjamin keberlanjutan, donor proyek umumnya berfokus pada SDM. Variabel ini dipilih karena seiringnya perkembangan kualitas SDM yang baik maka akan diikuti oleh variabel pembangunan lainnya. Argumentasi ini telah teruji dalam beberapa teori seperti Endegenous Growth Theory milik Robert E. Lucas Jr. (1988) yang menyatakan akumulasi pengetahuan dan keterampilan pekerja akan menciptakan spillover positif bagi perekonomian negara; Sustainable Development Theory berakar dari laporan Brundtland Commision (1987) tentang bagaimana lingkungan mempengaruhi ekonomi, lingkungan, dan sosial; dan Human Capital and Institutional Quality Theory milik Robert J. Barro (1996) yang memiliki argumentasi inti bahwa baiknya kualitas SDM akan menghasilkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
ADVERTISEMENT
Kabupaten Lumajang merupakan sebuah Kawasan di Jawa Timur yang memiliki HDI dengan angka 70,31, dimana angka tersebut menandakan kualitas SDM yang baik. Melalui data tersebut kita bisa melihat bahwa pemerintah Kabupaten Lumajang telah berhasil meningkatkan kualitas SDM yang berada dalam cakupan wilayah tersebut. Sayangnya dalam aspek pendidikan pemerintah kabupaten Lumajang masih belum mencapai hasil yang gemilang. Angka indeks pendidikan Kabupaten Lumajang adalah 0,58, sedangkan indeks literasinya hanya mencapai 29,04. Bisa dikatakan angka tersebut memprihatinkan, dan jika Kabupaten Lumajang ingin menjamin masa depan cerah bagi generasi mendatang maka isu tersebut harus diselesaikan segera mungkin.

Usaha Universitas Brawijaya sebagai Akademisi dalam Memberdayakan Kabupaten Lumajang

Foto Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Pak H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd. saat pelepasan peserta MMD 2025. Sumber MMD UB kelompok 67.
UB adalah salah satu universitas yang bergerak dalam pemerataan akses dan juga pembangunan daerah tertinggal. Upaya terbesar dari UB dalam memberdayakan daerah tertinggal berada dalam program Mahasiswa Membangun Desa (MMD). MMD sendiri adalah bentuk dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) UB yang terdiri dari 1000 mahasiswa melibatkan berbagai rumpun ilmu dan program studi. Kabupaten Lumajang sendiri merupakan salah satu daerah yang menjadi sasaran program MMD milik UB. Universitas tersebut telah mengirim 325 mahasiswa yang disebar ke 25 desa di kabupaten tersebut. Dengan kemitraan yang terjalin dengan Perpusnas dalam program KKN Tematik Literasi, UB bergerak dalam meningkatkan Pendidikan dan literasi Kabupaten Lumajang.
Foto sambutan yang dilakukan oleh Pak Ir. Endra Yuafanedi Arifianto, ST., MT. selaku dosen pebimbing lapangan yang dilakukan MMD UB kelompok 67. Sumber MMD UB kelompok 67.
Desa Labruk Kidul merupakan salah satu desa yang menjadi bagian target MMD. Dibawahi oleh Dosen Pebimbing Lapangan kelompok tersebut, Pak Ir. Endra Yuafanedi Arifianto, ST., MT., MMD UB kelompok 67 melakukan program kerja besar berjudul “Implementasi Literasi Digital Masyarakat dalam Mendukung SDGs Pendidikan Berkualitas Berdasarkan Potensi Unggulan Desa Labruk Kidul”. Program kerja tersebut merupakan sosialisasi yang diisi oleh Bu dr. Maya Devi Arifiandi SpOG, Subsp. F.E.R. dan Pak AKBP Indra Brahmana sebagai pemateri.
Foto Bu dr. Maya Devi Arifiandi SpOG, Subsp. F.E.R saat melakukan pemaparan materi pertama. Sumber MMD UB kelompok 67.
Materi pertama sosialisasi dilakukan oleh Bu dr. Maya Devi Arifiandi SpOG, Subsp. F.E.R. yang merupakan akademisi jurusan Kedokteran di Universitas Brawijaya spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn). Bu Maya sebagai spesialis Obgyn menjelaskan dua topik utama yaitu pendarahan rahim abnormal dan kanker serviks. Dalam pemaparan materi yang dilakukan Bu Maya menjelaskan mengenai pendarahan uterus abnormal, cara menindaklanjuti pendarahan rahim abnormal, dan proses terjadinya kancer serviks. Tujuan dari materi tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran warga Desa Labruk Kidul terhadap gejala pendarahan abnormal yang dialami oleh perempuan. Diharapkan warga desa tersebut dapat memahami gejala dan juga langkah konkret dalam pendeteksian dari abnormalitas jika terjadi.
Foto AKBP Indra Brahmana saat sosialisasi mengenai literasi digital berlangsung. Sumber MMD UB kelompok 67.
Pak AKBP Indra Brahmana adalah pemateri kedua dalam sosialisasi ini dimana beliau menjelaskan pentingnya literasi digital dalam dunia kontemporer. Dengan terintegrasinya dunia bagaikan desa atau dikenal dengan istilah global village, membuat penjahat transnasional dengan mudah dapat melaksanakan aksi tidak manusiawi demi keuntungan pribadi. Salah satu tindakan amoral yang kerap mereka lakukan untuk meraup keuntungan pribadi adalah penjualan dan penyalahgunaan narkoba. Pak Indra menjelaskan dengan terkoneksinya dunia kontemporer sulit bagi Badan Narkotika Nasional (BNN) dan instansi terkait untuk melacak gerakan penjahat transnasional. Hal ini terjadi karena mereka memakai kode dan juga media yang tidak lazim dipakai masyarakat. Untuk itu penting bagi masyarakat untuk memiliki kemampuan literasi digital untuk mengetahui pesan dan gerakan penjahat transnasional. Melalui kemampuan literasi digital yang baik maka kita bisa memitigasi tindakan amoral penjahat transnasional yang akan ditargetkan pada kita maupun orang lain. Solusi lain untuk memitigasi penyalahgunaan substansi terlarang adalah melalui pembenahan isu budaya dan struktural. Budaya dan struktural masyarakat yang baik akan melahirkan masyarakan bebas dari penggunaan substansi terlarang. Lewat sosialisasi tersebut diharapkan warga Desa Labruk Kidul dapat memitigasi penyalahgunaan narkotika dan terhindar dari modus penjahat transnasional.
Dokumentasi penghujung acara sosialisasi “Implementasi Literasi Digital Masyarakat dalam Mendukung SDGs Pendidikan Berkualitas Berdasarkan Potensi Unggulan Desa Labruk Kidul”. Sumber MMD UB kelompok 67.
Acara diakhiri dengan penyerahan cinderamata yang dilakukan Pak Hary Sudjono, S.Si., MT. kepada Pak Indra selaku pemateri kedua dan Pak Endra selaku DPL MMD UB kelompok 67 pada pihak Perpusda. Kesan yang dimiliki oleh warga Desa adalah positif dan melalui sosialisasi yang telah dilakukan diharapkan ilmu tersebut dapat menjadi bekal untuk kehidupan sehari-hari yang lebih baik. Melalui ilmu yang diterapkan diharapkan minat literasi warga Desa Labruk Kidul dapat meningkat.
ADVERTISEMENT

Pembangunan SDM untuk Pembangunan Jangka Panjang

Salah satu soft based outcome development yang dilakukan oleh MMD UB kelompok 67 bernama "Merakit Kipas Mini". Sumber MMD UB kelompok 67.
Menurut lembaga internasional seperti UNDP, OECD, dan World Bank, bentuk pembangunan dibagi menjadi dua yaitu soft based outcome (SDM) dan hard based outcome (infrastruktur). Kedua jenis pembangunan yang disebutkan berguna dalam meningkatkan kesejahteraan manusia, tetapi soft based outcome telah terbukti menghasilkan pertumbuhan jangka panjang lebih baik dan konsisten dibandingkan hard based outcome. Hasil ini bersumber dalam sebuah artikel yang dimuat development.asia berjudul “Why Human Resource Development in Infrastructure Projects”. Artikel itu mengatakan bahwa infrastruktur dasar hanya bisa menghasilkan manfaat sosial jika diiringi SDM yang baik. Fakta tersebut didasari lembaga yang menggerakan infrastruktur harus memiliki kapabilitas untuk mengopersiikannya.
Terdapat keuntungan lain dari pembangunan soft based outcome dibandingkan hard based outcome. Karena akademisi dan pemerintah negara setempat tidak memiliki isu resiko politik seperti donor luar negeri, ini menjadikan soft based outcome menjadi pilihan terbaik secara finansial untuk aktor pembangunan tersebut. Sebagai negara selatan, sayangnya Indonesia sebagai pemerintah tidak memiliki kapabilitas yang memadai untuk melakukan pembangunan infrastruktur secara intensif layaknya negara utara seperti Amerika Serikat dan Inggris. Terlebih dikarenakan pada aktor utama adalah pihak akademik, ini menjadikan sosialisasi yang merupakan salah satu soft based outcome menjadi jawaban terbaik dalam menghadapi Desa Labruk Kidul.
ADVERTISEMENT
#LabrukKidul
#SDGs3
#SDGs4
#SDGs16
MMD UB kelompok 67