Perayaan Penuh Keberkahan: Merayakan Hari Asyura dengan Desa Labruk Kidul

Tim Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya Kelompok 67 2025 adalah sebuah tim yang bergerak atas misi memberdayakan Desa Labruk Kidul.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari MMD-UB 2025 Kelompok 67 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hari Asyura merupakan sebuah momen spesial bagi umat Islam. Hari ini berada di tanggal 10 Muharram dan di waktu tersebut banyak sekali peristiwa dan keajaiban terjadi dalam sejarah umat Islam. Beberapa diantaranya adalah saat Nabi Musa beserta pengikutnya diselamatkan oleh Allah SWT dari kejaran Firaun dengan dibelahnya laut merah. Selain itu waktu ini bertepatan dengan kejadian dimana Nabi Nuh dan pengikutnya selamat dari banjir bandang yang berlangsung 40 hari 40 malam. Rasulullah SAW sendiri menganjurkan umat Islam untuk melakukan ibadah seperti puasa untuk merayakan dua mukjizat yang dialami oleh kedua nabi tersebut. Ibadah lain yang dilakukan dalam momen spesial tersebut antara lain berdoa dan juga berdzikir.
Jawa Timur merupakan daerah di Indonesia yang memiliki budaya Islam Nusantara yang begitu kental. Ini tidak mengagetkan karena Kota Surabaya merupakan bagian Jawa Timur yang merupakan tempat dimana organisasi Nadhlatul Ulama (NU) lahir. Selain itu banyak ulama-ulama organisasi tersebut berasal provinsi tersebut seperti KH As'ad Syamsul Arifin dan Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari. Dengan NU yang memadukan budaya lokal dengan nilai-nilai Islam, ini membuat perayaan hari Asyura di provinsi tersebut bisa dikatakan lebih berwarna dibandingkan beberapa provinsi lainnya. Kemeriahan dan warna dari perayaan hari tersebut bersumber dari perpaduan nilai budaya dan lokal yang membuatnya penuh dengan sholawat layaknya diperagakan Mazhab Sufi.
Kabupaten Lumajang yang merupakan bagian dari provinsi Jawa Timur yang tidak terkecuali termasuk dalam gaya perayaan berwarna nan meriah tersebut. Seperti daerah Jawa Timur lainnya kabupaten ini menggabungkan adat istiadat lokal dengan ajaran Islam. Desa Labruk Kidul merupakan salah satu desa yang merayakan Asyura dengan gaya Islam Nusantara dan Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) kelompok 67 turut berpartisipasi dalam momen spesial tersebut.
MMD UB kelompok 67 merayakan hari spesial tersebut dengan Pak Drs. Agus Irianto Cahyono, MM. selaku kepala Desa Labruk Kidul beserta dengan organisasi Ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Dalam perayaan tersebut MMD UB kelompok 67 ikut membantu dan memeriahkan momen spesial tersebut. Acara dimulai dengan pembacaan ayat kursi lalu diikuti dengan doa untuk leluhur Desa Labruk Kidul terutama bagi kepala desa yang sudah berpulang. Setelah itu terdapat tausiyah dengan Ustadz Haris Abdul Salim dan diakhiri dengan santunan terhadap anak-anak yatim piatu.
Dilaksanakan perayaan hari Asyura mewakili semangat warga Desa Labruk Kidul untuk beribadah dengan perayaan penuh warna dan kebahagiaan. Budaya yang dimiliki oleh warga Desa Labruk Kidul merupakan salah satu bukti bahwa Islam sebagai agama tidaklah kikuk dan keras sebagaimana pemikiran dari Islamophobic (orang-orang phobia Islam). Dalam ibadah yang dilakukannya, Islam sebagai agama bisa memberikan kebahagiaan penuh kehangatan dan ini merupakan hal yang telah dibuktikan Desa Labruk Kidul.
Penulis: MMD Kelompok 67
