Konten dari Pengguna
Tingkatkan Kapasitas Perpustakaan Desa Sumber Ilmu Untuk Lumajang Berdaya
16 Juli 2025 12:24 WIB
·
waktu baca 4 menitDiperbarui 29 Juli 2025 12:49 WIB

Kiriman Pengguna
Tingkatkan Kapasitas Perpustakaan Desa Sumber Ilmu Untuk Lumajang Berdaya
Tulisan ini berisi tentang pembangunan kapasitas perpustakaan Desa Sumber Ilmu sebagai solusi peningkatan minat literasi Kabupaten Lumajang.MMD-UB 2025 Kelompok 67
Tulisan dari MMD-UB 2025 Kelompok 67 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Kabupaten Lumajang merupakan sebuah kota yang memiliki nilai Human Development Index (HDI) sebesar 70,31. Miris kualitas tersebut tidak diiringi dalam kualitas pendidikan dan literasi yang baik. Salah satu alasan itu bisa terjadi karena daerah tersebut minim akan perpustakaan layak dan baik.
ADVERTISEMENT
Perpustakaan merupakan sarana krusial dalam pembangunan kapasitas manusia bangsa Indonesia. Bagi bangsa Indonesia, peran perpustakaan adalah sebagai pusat ilmu pengetahuan yang kerap melahirkan berbagai inovasi kreatif. Perpustakaan merupakan sebuah prasarana yang memiliki koleksi literasi berharga sebagai landasan dialektika yang dibutuhkan untuk mengeksekusi visi dan misi Indonesia Emas 2045. Sepanjang sejarah Indonesia, sejak masa kolonial hingga kepemimpinan Prabowo Subianto, buku menjadi media penyimpan informasi yang telah berjasa untuk mengkonstruksi asas moral dan pemikiran kritis yang dibutuhkan untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia.
Dari KH. Ahmad Dahlan, Tan Malaka, hingga BJ Habibie, semua buah pemikiran yang mereka hasilkan didasari asas metodologis yang terkonstruksi dari teori dan informasi bersumber dari buku. Jika Indonesia ingin mempunyai banyak talenta bagaikan cendekiawan yang disebutkan sebelumnya maka Indonesia harus menjaga perpustakaan sebagai sarana yang memiliki banyak koleksi literasi. Miris ini bukanlah realita yang terjadi dimana tingkat literasi dari masyarakat Indonesia sangat rendah.
ADVERTISEMENT
Masyarakat Indonesia sayangnya memiliki minat literasi yang memprihatinkan. UNESCO mengatakan dalam tingkat literasi dunia, hanya 0,001% masyarakat Indonesia yang memiliki minat membaca. Data ini menjelaskan bahwa hanya 1 dari 1000 orang yang memiliki keinginan untuk membaca sebagai aktivitas sehari-hari. Angka dari minat tersebut memiliki beberapa faktor diantaranya adalah kurangnya advokasi membaca dan juga sarana dan prasarana yang kurang memadai.
Pada tahun 2024, situasi di Kabupaten Lumajang lebih memprihatinkan dibandingkan daerah lainnya. Dalam survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, dijelaskan bahwa indeks pembangunan literasi masyarakat Kabupaten Lumajang memiliki angka 29,04 dan merupakan terendah di Jawa Timur. Ini merupakan sebuah kendala yang patut untuk diselesaikan segera mungkin jika keinginan bangsa Indonesia sebagai negara maju hendak tercapai.
Untuk menyelesaikan isu tersebut di Lumajang, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dan Universitas Brawijaya (UB) menjalin sebuah kerjasama dimana mereka melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi. UB sendiri menerjunkan sebanyak 325 mahasiswa ke 25 desa di Lumajang dengan program KKN mereka yang bernama Mahasiswa Membangun Desa (MMD) 2025 dan juga selaras dengan KKN Tematik Literasi Perpusnas yaitu program untuk meningkatkan minat literasi. MMD UB sendiri yang berlokasi di Lumajang memiliki program yang berbasis pembangunan literasi yang membuat kelompok terpilih dapat bergerak seefisien mungkin.
ADVERTISEMENT
Pelaksana pembangunan literasi MMD salah satu desa di Kabupaten Lumajang adalah MMD Kelompok 67. Kelompok MMD tersebut melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana dari perpustakaan desa pelaksanaan mereka di Desa Labruk Kidul yaitu Perpustakaan Desa Sumber Ilmu. Bantuan yang dilaksanakan disambut tangan lebar oleh perangkat desa terutama pengelola perpustakaan.
Beberapa program besar yang mereka laksanakan dari pembangunan minat literasi adalah pengelolaan dan pendataan perpustakaan. Program besar ini sesuai dengan petunjuk pelatihan pengelolaan perpustakaan desa dan taman bacaan masyarakat yang dibuat oleh PERPUSNAS dalam “Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Tahun 2025”. Dalam pelaksanaan pengelolaan perpustakaan MMD kelompok 67 merapikan dan juga menghias isi perpustakaan. Sementara dalam pendataan perpustakaan MMD kelompok 67 memaparkan standarisasi yang harus dimiliki perpustakaan desa dan pendataan kendala yang dimilikinya.
ADVERTISEMENT
Selain pembangunan minat literasi yang dijalankan dalam program besar, MMD Kelompok 67 melakukan berbagai program individu yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kapasitas perpustakaan. Empat program individu tersebut terdiri dari dua hard based outcome (infrastruktur) dan soft based outcome (pengembangan sumber daya manusia). Dua program berorientasi hard based outcome yaitu:
Dua program lainnya yaitu soft based outcome, yaitu:
ADVERTISEMENT
Dalam pelaksanaan program besar dan individu diharapkan perpustakaan dapat mendapatkan peningkatan kapasitas secara infrastruktur maupun sumber daya manusia. Melalui program-program yang telah dilaksanakan diharapkan perpustakaan sebagai pusat literasi bisa menjadi sebuah wadah bagi warga Desa Labruk Kidul untuk belajar dan berkembang. Selain itu dengan dilaksanakan program-program yang ada maka warga Desa Labruk Kidul dapat memiliki hubungan interpersonal dengan perpustakaan yang bisa menjaga keberlangsungan fasilitas tersebut.
#SDGs4
#SDGs9
MMD UB Kelompok 67

