Konten dari Pengguna

Mahasiswa UB Perkenalkan Edukasi Pemilahan Sampah dan Daur Ulang Kreatif di SD

Jeanny Louisa Margaretha Pandean

Jeanny Louisa Margaretha Pandean

Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya 2025 Kelompok 31

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jeanny Louisa Margaretha Pandean tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Praktik Pembuatan Karya Kreatif Eco Print dan Bunga Hias dari Sampah Organik dan Anorganik (Sumber: Anggota Kelompok 31 MMD UB)
zoom-in-whitePerbesar
Praktik Pembuatan Karya Kreatif Eco Print dan Bunga Hias dari Sampah Organik dan Anorganik (Sumber: Anggota Kelompok 31 MMD UB)

Malang, 24 Juli 2025 – Mahasiswa Universitas Brawijaya yang tergabung dalam Kelompok 31 Mahasiswa Membangun Desa (MMD) melaksanakan sebuah kegiatan edukatif bertema lingkungan yang menargetkan siswa sekolah dasar, berjudul “Sosialisasi Pemisahan Sampah Organik dan Anorganik serta Pengenalan Daur Ulang Kreatif melalui Kerajinan Botol Plastik dan Ecoprint bagi Siswa Kelas 5 dan 6 SD”. Kegiatan ini berlangsung di SDN 03 Dawuhan, Desa Dawuhan, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, sebagai bagian dari kontribusi aktif mahasiswa dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Program ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari Mahasiswa Membangun Desa (MMD) yang merupakan sebuah program unggulan Universitas Brawijaya yang diselenggarakan oleh Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) untuk mendorong mahasiswa agar turun langsung ke desa dan berkontribusi dalam pengembangan potensi lokal serta pencarian solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah, tetapi juga belajar memahami dinamika kehidupan sosial masyarakat desa secara lebih dekat.

Desa Dawuhan sendiri merupakan salah satu desa yang kaya akan potensi sumber daya alam dan memiliki semangat masyarakat yang tinggi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui proses observasi dan diskusi bersama warga serta perangkat desa, kelompok mahasiswa menemukan adanya kebutuhan untuk memperkuat edukasi lingkungan di kalangan anak-anak usia sekolah, terutama dalam hal pemahaman tentang pemilahan sampah dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak dini.

Dengan latar belakang tersebut, kelompok mahasiswa merancang program edukasi yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan siswa sekolah dasar, melalui pendekatan yang menyenangkan dan aplikatif. Program ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu penyampaian materi pemilahan sampah organik dan anorganik secara interaktif, serta praktik langsung pembuatan kerajinan tangan dari botol plastik bekas dan pengenalan teknik dasar ecoprint menggunakan daun-daunan lokal.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini diikuti oleh siswa kelas 5 dan 6 SDN 03 Dawuhan dengan penuh semangat. Mereka diajak mengenali jenis-jenis sampah berdasarkan sifatnya dan manfaat dari memilah sampah sejak dini. Dalam sesi praktik, para siswa membuat karya kreatif berbahan botol plastik bekas yang dirangkai menjadi bunga hias, serta mencoba teknik ecoprint sebagai bentuk pemanfaatan bahan alami yang tersedia di sekitar lingkungan sekolah.

Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga diarahkan pada pembentukan sikap peduli lingkungan melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan penuh kreativitas. Dengan menyasar siswa sekolah dasar, program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan dan mampu menularkan perilaku positif tersebut kepada lingkungan keluarga dan masyarakat di sekitarnya.

Kegiatan ini disusun dan dilaksanakan oleh seluruh anggota Kelompok 31 MMD UB Tahun 2025, dengan bimbingan penuh dari Dosen Pembimbing Lapangan, Yuniar Ponco Prananto, SSi., MSc., PhD, serta dipimpin secara langsung oleh penanggung jawab program, Mikhalery Chrisentia Daniel, mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Kerja sama dan kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci utama kesuksesan pelaksanaan program ini.

Sebagai bagian dari kontribusi terhadap agenda pembangunan global, program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan menghadirkan bentuk pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan kontekstual bagi siswa di tingkat sekolah dasar. Pendidikan lingkungan melalui kegiatan seperti ini diharapkan dapat memperkuat karakter siswa dalam hal tanggung jawab, kepedulian, serta kemampuan berpikir kreatif dan solutif.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas Brawijaya berharap dapat berkontribusi dalam pembangunan masyarakat desa yang berpengetahuan, berkarakter, dan berdaya saing, sekaligus menjadikan pendidikan sebagai alat utama untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Program ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pendidikan tinggi dan masyarakat desa dapat melahirkan langkah kecil yang bermakna besar untuk masa depan.