Mahasiswa UB Sosialisasikan Bahaya Narkoba di SDN 03 Dawuhan

Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya 2025 Kelompok 31
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Jeanny Louisa Margaretha Pandean tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Malang, Jawa Timur – 24 Juli 2025 sebagai bentuk komitmen dalam mendukung Pembangunan desa dan pemberdayaan Masyarakat, kelompok 31 Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) 2025 melaksanakan kegiatan Sosialisasi Kenali, Waspadai, dan Jauhi Narkoba di SDN 03 Dawuhan, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kegiatan ini menyasar siswa-siswi kelas 5 dan 6 Sekolah Dasar sebagai bentuk Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba sejak usia dini.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran meningkatnya potensi penyalahgunaan zat berbahaya yang mulai menyentuh lapisan Masyarakat pedesaan, termasuk anak-anak dan remaja. Desa Dawuhan, yang secara geografis terletak di Kawasan perbatasan antara daerah Perkebunan dan pemukiman, tidak luput dari ancaman peredaran narkoba yang semakin tersembunyi dan terselubung.
Program kerja ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Mahasiswa Membangun Desa (MMD), yaitu program pengabdian Masyarakat berskala besar yang diinisiasi oleh Universitas Brawijaya sejak tahum 2023. Yang melibatkan 1.000 mahasiswa dari berbagai jurusan, MMD menerjunkan mahasiswa secara langsung ke desa-desa guna mengindentifikasi masalah, merancang solusi, serta memberikan edukasi dan inovasi yang relevan sesuai kebutuhan Masyarakat desa.
MMD Universitas Brawijaya dirancang sebagai bagian dari konstribusi nyata kampus dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satu fokus utama program ini adalah SDGs 4: Pendidikan berkualitas, yang mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam memberikan Pendidikan dan penyuluhan yang bersifat inklusif, adil, dan berkualitas di wilayah-wilayah rural. serta poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, dan poin ke-16 yaitu Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh.
Kegiatan sosialisasi ini dikemas secara edukatif dan interaktif, disesuaikan dengan usia anak-anak sekolah dasar. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan jenis-jenis narkoba, bahaya jangka pendek dan jangka panjang, ciri-ciri pergaulan yang mengarah pada penyalahgunaan zar berbahaya, serta simulasi cara menolak ajakan dari orang tak dikenal atau teman sebaya yang mencurigakan.
Dalam kegiatan ini, para siswa tampak antusias dan aktif mengikuti sesi yang diselingi dengan permainan edukatif, tanya jawab, dan kuis mini. Tujuannya tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk keberanian anak-anak dalam berkata ”tidak” terhadap narkoba.
Putri Safira, mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas Brawijaya sekaligus penanggung jawab program, menegaskan pentingnya pendekatan edukasi berbasis usia dalam pencegahan narkoba.
”Pencegahan narkoba tidak bisa menunggu sampai anak-anak remaja. Justru, edukasi harus dimulai sejak SD agar kesadaran dan nilai-nilai positif tertanam lebih kuat. Lewat kegiatan ini, kami ingin mengajak anak-anak berpikir kritis, berani menolak, dan membangun pertahanan diri sejak dini,” ujar Putri.
Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan penuh dari pihak sekolah, masyarakat, serta pendampingan oleh Yuniar Ponco Prananto, S.Si., M.Sc., Ph.D. selaku Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok 31 MMD UB yang memastikan bahwa seluruh rangkaian program berjalan sesuai dengan kaidah akademik dan etika pengabdian masyarakat.
Kepala SDN 03 Dawuhan menyampaikan apresiasi dan harapan agar kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. ”Kami menyambut baik kegiatan ini karena anak-anak memang perlu diperkenalkan pada realita ancaman narkoba. Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa UB yang sudah hadir dan peduli dengan pendidikan karakter anak-anak kami,” ucap beliau.
Melalui program Sosialisasi Kenali, Waspadai, dan Jauhi Narkoba, kelompok 31 MMD UB berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membentuk generasi muda Desa Dawuhan yang lebih sadar, berani, dan cerdas dalam memilih pergaulan serta menjaga masa depan mereka dari ancaman narkoba.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa bukan hanya agen perubahan di dalam kampus, tetapi juga agen pembangunan sosial yang mampu hadir langsung di tengah-tengah masyarakat untuk membawa dampak positif yang berkelanjutan.
