Konten dari Pengguna

Roblox Bukan Sekadar Game, tetapi Ruang Sosial Generasi Digital

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Moch Nurcholis Majid tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi interaksi pemain Roblox di ruang virtual. Avatar, bahasa, gestur, dan simbol menjadi bagian dari komunikasi interpersonal di dunia digital
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi interaksi pemain Roblox di ruang virtual. Avatar, bahasa, gestur, dan simbol menjadi bagian dari komunikasi interpersonal di dunia digital

Bagi banyak orang tua, Roblox mungkin hanya “game bocil.” Namun di balik karakter berbentuk balok, terdapat ruang sosial digital tempat anak dan remaja belajar berkomunikasi, membangun identitas, memahami norma, dan menjalin hubungan.

Roblox sering dipahami sebatas permainan. Padahal, jika diamati lebih dalam, platform ini telah menjadi ruang sosial virtual. Pemain tidak hanya bergerak dan menyelesaikan misi, tetapi juga menggunakan bahasa, simbol, avatar, gestur, dan berbagai aturan tidak tertulis untuk berinteraksi.

Hal tersebut terlihat dalam penelitian Maryam Albadinur dan Moch Nurcholis Majid berjudul “Analisis Pola Komunikasi Interpersonal dalam Interaksi Virtual Roblox Berdasarkan Teori Interaksi Simbolik Herbert Blumer.” Penelitian terhadap pemain Roblox di Kota Padang menunjukkan bahwa interaksi virtual merupakan proses pertukaran makna yang dibentuk melalui hubungan antarpemain.

Salah satu contohnya adalah bahasa. Istilah seperti “abc,” “nty,” “brb,” dan “yw” mungkin terdengar asing bagi orang luar, tetapi menjadi kode komunikasi yang mudah dipahami pemain. Menariknya, bahasa tersebut tidak selalu dipelajari melalui panduan resmi. Pemain memahaminya melalui kebiasaan berinteraksi.

Bahkan penggunaan huruf kapital memiliki makna tertentu. CAPSLOCK tidak selalu berarti marah; dalam konteks tertentu justru menunjukkan kegembiraan atau antusiasme. Makna sebuah simbol akhirnya bergantung pada konteks dan kesepakatan komunitas.

Di sinilah teori interaksi simbolik Herbert Blumer menjadi relevan. Manusia memberikan makna terhadap sesuatu melalui interaksi sosial. Artinya, kata, simbol, bahkan tindakan memperoleh arti karena dipahami bersama oleh komunitas.

Avatar juga menjadi bagian dari komunikasi. Pemain bebas memilih pakaian dan aksesori untuk menampilkan identitasnya. Item langka bahkan dapat menjadi simbol status dan pengalaman. Sebaliknya, avatar standar sering diasosiasikan dengan pemain baru. Sebelum berbicara, avatar sudah lebih dahulu menyampaikan pesan.

Komunikasi juga berlangsung melalui gestur. Pemain dapat menggunakan /e wave untuk menyapa atau /e dance untuk menunjukkan ekspresi. Jarak antaravatar pun memiliki arti. Berdiri terlalu dekat tanpa konteks dapat dianggap mengganggu. Ini menunjukkan bahwa konsep ruang personal tetap dibawa manusia ke dunia virtual.

Roblox juga memperlihatkan bahwa komunitas digital memiliki norma. Kejujuran, kerja sama, reputasi, dan cara memperlakukan pemain lain menjadi bagian dari kehidupan sosial di dalamnya. Interaksi yang bermula dari permainan bahkan dapat berkembang menjadi persahabatan dan dukungan emosional.

Karena itu, Roblox tidak tepat jika hanya dilihat sebagai hiburan. Ia dapat menjadi affinity space, tempat orang dengan minat yang sama berkumpul dan membangun hubungan. Anak dan remaja secara tidak langsung belajar membaca situasi, memahami simbol, menjaga batas personal, serta membangun identitas.

Tentu ruang virtual juga memiliki risiko sehingga literasi digital dan pendampingan tetap diperlukan. Namun, melihat Roblox hanya sebagai “game bocil” membuat kita kehilangan kesempatan memahami bagaimana generasi digital membangun kehidupan sosialnya.

Pada akhirnya, teknologinya boleh berubah dan avatarnya boleh berbentuk balok. Namun kebutuhan manusia tetap sama: ingin terhubung, dipahami, diterima, dan menjadi bagian dari komunitas. Roblox menunjukkan bahwa kehidupan sosial kini tidak hanya berlangsung di dunia nyata, tetapi juga di ruang virtual