Konten dari Pengguna

Gelombang pasang "Token"

Mochamad James Falahuddin
Praktisi Teknologi Informasi, berpengalaman 20 tahun di dunia IT dan Telco. Certified Chief Information Security Officer (CCISO) dan Certified Blockchain Professional (CBP) . Juga menjadi Direktur Eksekutif Indonesia Blockchain Society
18 September 2019 13:11 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Mochamad James Falahuddin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seri #5 dari Summary buku "Blockchain for Everyone" by Sir John Hargraves

ADVERTISEMENT
Hari-hari ini, token blockchain menguasai dunia. "Tokenisasi" bukan hanya merambah perusahaan, tapi juga real estate, pinjaman, kapal pesiar mewah dan banyak lagi. Dengan teknologi blockchain, kita bisa memiliki "secuil" dari apapun. Sebagai contoh, misalnya saya punya lukisan Van Gogh seharga 1 juta dollar. Saya bisa menjual sejuta "saham" dari lukisan Van Gogh tersebut dalam bentuk token berbasis blockchain. Setiap "Van Toghken" kita hargai 1 dollar misalnya. Token ini dapat diperjualbelikan seperti kita menjual saham, bedanya kalau jual beli saham dicatat oleh bursa efek, maka transaksi jual beli token ini dicatat di dalam blockchain.
ADVERTISEMENT
Para investor Van Toghken ini, seperti juga investor pada umumnya, pasti berharap nilai dari token mereka akan meningkat seiring waktu, jadi mereka bisa menjualnya untuk mendapatkan keuntungan. Dan sebagai pemilik lukisan, untuk meningkatkan nilai pasar dari Van Toghken, kita harus meningkatkan nilai dari lukisan Van Gogh itu. Misalnya bekerjasama dengan museum untuk menyelanggarakan pameran bertema Van Gogh, membuat film dokumenter tentang riwayat hidup Van Gogh, atau bersama Netflix merilis mini seri dibintangi aktor / aktris top. Intinya harus selalu ada nilai tambah yang dibuat dari waktu ke waktu, supaya nilai pasar Van Toghken meningkat dan menarik untuk ditransaksikan.
Contoh lain misalnya. Ada seorang investor dari Dubai yang ingin memiliki real estate di Manhattan, New York City. Tapi si investor ini gak berniat untuk memiliki satu pencakar langit secara utuh. Maka si pemilik gedung bisa melakukan tokenisasi atas gedungnya, dan menjual "sepotong" kepemilikan gedungnya itu ke investor Dubai tadi. Dengan demikian, si pemilik gedung tadi menjadi seperti pemilik sebuah perusahaan publik. Dia mendapatkan insentif untuk merenovasi dan mempercantik gedung miliknya atau melakukan pemasaran supaya high end tenant mau menyewa ruangan, supaya nilai token dari gedung itu mengalami peningkatan. Mirip seperti kita membeli rumah di permainan Monopoli, dimana dari rumah itu kita akan menarik sewa dari pemain yang lewat, dan sesudah beberapa putaran, kita punya cukup uang untuk upgrade jadi hotel.
ADVERTISEMENT
Token ini diperjualbelikan dalam bursa digital. Bedanya kalau bursa saham ada lokasi khusus dan jam kerjanya, bursa token ini buka selama 24 jam tidak mengenal libur dan juga tidak mengenal batas geografis. Ini membuka kesempatan baru untuk menggali kekayaan bagi para investor.
< bersambung >
< seri sebelumnya >