Konten dari Pengguna

Cinta yang Merindukan: Ketika Jarak Menguji Kesetiaan

Mochammad Afdhal Virgieawan
Mochammad Afdhal Virgieawan adalah mahasiswa Jurnalistik Universitas Pakuan yang memiliki minat besar di dunia media. Hobi fotografi, videografi, dan traveling menjadi caranya mengabadikan kehidupan dan menceritakan kisah dari Perpekstif unik.
28 Februari 2025 13:42 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Mochammad Afdhal Virgieawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
foto : Virgieawan/Ai
zoom-in-whitePerbesar
foto : Virgieawan/Ai
ADVERTISEMENT
Rindu adalah bahasa cinta yang paling sunyi. Ia tidak selalu terucap, tetapi terasa begitu dalam. Ada banyak bentuk cinta yang lahir dari rindu—cinta yang menunggu, cinta yang mengingat, cinta yang berjuang, hingga cinta yang kehilangan. Dalam setiap kisahnya, rindu selalu menjadi ujian yang mengajarkan tentang ketahanan hati dan kesetiaan jiwa.
ADVERTISEMENT
Jarak Bukan Sekadar Kilometer, tetapi Ujian Hati
Cinta yang merindukan adalah cinta yang diuji oleh jarak dan waktu. Tidak semua pasangan bisa bertemu kapan pun mereka mau. Ada yang terpisah oleh tuntutan pekerjaan, ada yang harus mengejar impian masing-masing, ada pula yang terbentang oleh takdir yang belum mempertemukan kembali.
Banyak yang bilang, jarak adalah pembunuh cinta. Tapi bagi mereka yang benar-benar mencintai, jarak justru menjadi alasan untuk bertahan. Sebab, cinta yang kuat tidak diukur dari seberapa sering bertemu, melainkan dari seberapa dalam perasaan itu tetap hidup meski tak bersua.
Rindu yang Tak Selalu Bisa Diungkapkan
Tak semua rindu bisa dikatakan dengan kata-kata. Kadang, rindu hanya bisa dirasakan dalam diam—tersimpan dalam doa, terselip dalam lagu yang didengar berulang kali, atau hadir dalam kenangan yang tiba-tiba muncul tanpa permisi.
ADVERTISEMENT
Ada rindu yang berbalas dengan pesan singkat, ada yang terobati dengan suara di telepon, tapi ada juga yang hanya bisa dipeluk dalam mimpi. Meski tak bisa bersentuhan, cinta yang merindukan tetap menemukan caranya sendiri untuk bertahan.
Ketika Rindu Menjadi Luka
Namun, tidak semua rindu berakhir bahagia. Ada rindu yang perlahan berubah menjadi luka karena terlalu lama dibiarkan tanpa kepastian. Ada cinta yang menunggu terlalu lama hingga akhirnya sadar bahwa yang dinantikan tak lagi menoleh ke belakang.
Rindu yang tak terbalas bisa jadi doa yang menggantung di langit, berharap Tuhan mendengar dan menghadirkan keajaiban. Tapi jika tidak, mungkin itu adalah cara semesta mengajarkan bahwa tidak semua cinta harus dimiliki, dan tidak semua rindu harus berakhir dengan pertemuan.
ADVERTISEMENT
Cinta yang Merindukan adalah Cinta yang Menguatkan
Cinta yang merindukan bukanlah kelemahan, tetapi justru bukti dari ketulusan. Ia mengajarkan kesabaran, kepercayaan, dan keteguhan hati. Karena sejatinya, cinta bukan hanya tentang memiliki, tetapi juga tentang bagaimana tetap menjaga rasa meski jarak dan waktu mencoba menghapusnya.
Dan pada akhirnya, cinta yang sejati akan selalu menemukan jalannya—entah untuk kembali bersama, atau untuk melepaskan dengan ikhlas.