Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Konten dari Pengguna
Talas Bogor: Warisan Kuliner Tradisional yang Perlu Dilestarikan
26 Februari 2025 10:41 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Mochammad Afdhal Virgieawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Talas Bogor bukan sekadar umbi-umbian biasa. Bagi masyarakat Kota Hujan, talas adalah simbol kearifan lokal dan warisan kuliner yang telah mengakar kuat selama bertahun-tahun. Dengan tekstur lembut dan rasa yang khas, talas Bogor menjadi salah satu ikon makanan tradisional yang patut dibanggakan.
ADVERTISEMENT
Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan maraknya makanan modern, keberadaan talas Bogor mulai terpinggirkan. Padahal, talas memiliki potensi besar, bukan hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai identitas budaya kuliner Bogor.
Berbagai olahan berbahan dasar talas seperti talas goreng, kue lapis talas, dan keripik talas sebenarnya menunjukkan fleksibilitas umbi ini dalam dunia kuliner. Inovasi para pelaku UMKM di Bogor yang terus mengembangkan produk turunan dari talas menjadi bukti bahwa makanan tradisional ini masih relevan dengan selera masa kini.
Sayangnya, apresiasi masyarakat terhadap talas Bogor belum sepenuhnya optimal. Banyak yang lebih tertarik pada makanan cepat saji atau tren kuliner viral tanpa memperhatikan potensi pangan lokal. Jika kondisi ini dibiarkan, bukan tidak mungkin talas Bogor akan semakin kehilangan tempat di hati masyarakatnya sendiri.
ADVERTISEMENT
Pelestarian talas Bogor tidak hanya soal menjaga kuliner tradisional, tetapi juga mendukung ekonomi lokal. Petani talas di Bogor menggantungkan harapan mereka pada permintaan pasar yang stabil. Pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan masyarakat harus bekerja sama untuk mempromosikan talas sebagai produk unggulan yang mampu bersaing di pasar nasional, bahkan internasional.
Menghadirkan talas Bogor di berbagai acara kuliner, mendorong inovasi produk, dan mengedukasi generasi muda tentang pentingnya melestarikan kuliner tradisional bisa menjadi langkah awal. Dengan begitu, talas Bogor tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan menjadi kebanggaan Kota Hujan.
Pada akhirnya, mencintai talas Bogor berarti mencintai warisan budaya sendiri. Jangan biarkan kekayaan kuliner ini terlupakan. Sebab, dari sepotong talas, kita tidak hanya merasakan cita rasa lezat, tetapi juga sejarah dan identitas Bogor yang sesungguhnya.
ADVERTISEMENT