Pertamina AFT YIA Dukung Penerbangan Haji Perdana YIA

Mahasiswa Universitas Muhamnadiyah Yogyakarta
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Anggara Munggaran tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahun 2026 ini menjadi tonggak sejarah penting bagi dunia penerbangan dan pelayanan ibadah haji di Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya bagi operasional Pertamina AFT YIA. Pasalnya, penerbangan haji untuk wilayah Regional Jawa Bagian Tengah umumnya selalu dipusatkan di Solo. Namun untuk pertama kalinya, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) turut secara resmi menjadi embarkasi penerbangan haji. Di balik momen sakral keberangkatan ribuan jamaah menuju Tanah Suci ini, terdapat peran vital dari Pertamina AFT YIA yang bekerja ekstra keras 24 jam di balik layar untuk menjaga keandalan pasokan avtur.
Sebagai mahasiswa magang dari Program Studi Manajemen UMY yang ditempatkan di fungsi Receiving, Storage, and Distribution (RSD), momen ini menjadi ruang belajar yang luar biasa. Walaupun saya tidak terjun langsung ke lapangan pada dini hari saat hajj flight berlangsung, saya berkesempatan untuk menggali informasi dan mengetahui kondisi operasional riil di lapangan berdasarkan penuturan serta data dari para pekerja di AFT YIA. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata tentang solidnya kerja sama seluruh elemen pekerja tanpa membeda-bedakan fungsi tugas.
Dinamika Operasional Satgas Haji Pertamina AFT YIA
Melayani penerbangan haji dengan pesawat badan lebar (wide body) membawa perubahan ritme operasional yang sangat signifikan. Untuk memastikan kelancaran agenda krusial ini, Pertamina AFT YIA melebur seluruh tenaga kerjanya ke dalam satu kesatuan tim Satuan Tugas (Satgas).
Pada rantai penyaluran (distribution), jadwal pengisian bahan bakar pesawat di AFT YIA pada hari normal biasanya selesai paling lambat sekitar pukul 22.00 WIB (kecuali jika ada penerbangan yang mengalami keterlambatan/ delay). Namun, selama periode penerbangan haji, seluruh pekerja yang tergabung dalam tim Satgas harus bersiaga penuh melakukan pengisian avtur ke pesawat hingga dini hari, sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WIB.
Sisi penerimaan (receiving) bahan bakar juga mengalami lonjakan drastis. Pasokan avtur yang dikirim melalui mobil bridger pengangkut bahan bakar dari Fuel Terminal (FT) Rewulu meningkat hingga 15 bridger per hari. Angka ini naik hampir dua kali lipat dibanding hari biasa yang rata-rata hanya menerima 7 hingga 9 bridger per hari. Bahkan, beberapa pengemudi bridger mengungkapkan bahwa mereka harus menempuh perjalanan pulang-pergi (PP) rute Rewulu-AFT YIA sebanyak 4 kali dalam sehari demi menjaga ketersediaan stok di area tangki timbun (storage).
Sinergi Operasional dan Ketangguhan Manpower Pertamina AFT YIA
Tingginya frekuensi penerimaan bridger dan distribusi pengisian ke pesawat tentu menuntut ketahanan Manpower serta koordinasi operasional yang matang. Menariknya, di tengah tingginya beban kerja dan ritme operasional tersebut, Pertamina AFT YIA justru mampu menunjukkan tingkat keandalannya dengan mengirimkan 2 Manpower sebagai Bantuan Kendali Operasi (BKO) ke AFT Solo, yang penugasannya di-rolling secara berkala setiap dua minggu sekali.
Dari kacamata ilmu Manajemen, mengawal tiga pilar operasional utama mulai dari receiving dari truk bridger, pengelolaan storage dan quality control di tangki timbun, hingga distribution via jaringan hydrant bawah tanah ke pesawat mengajarkan saya bahwa presisi adalah kunci utama. Prinsip Zero Mistake (nol kesalahan) dan Zero Delay menjadi pedoman wajib agar tidak ada penerbangan haji yang tertunda akibat kendala pasokan bahan bakar.
Mendengarkan kisah dan melihat dari dekat dedikasi tim Satgas, para perwira Pertamina AFT YIA, hingga pengemudi bridger yang bersatu dan bekerja tanpa lelah dari pagi hingga sepertiga malam membuktikan bahwa keberhasilan sebuah agenda nasional selalu ditopang oleh manajemen operasional yang presisi dan kerja sama tim yang solid. Pengalaman mengamati kinerja luar biasa ini menjadi pelajaran berharga yang memperkaya pemahaman saya tentang manajemen operasional secara nyata di lapangan.
