Konten dari Pengguna

Pertamina AFT YIA: Fasilitas Advance Magnet Kunjungan VIP Pertamina

Anggara Munggaran

Anggara Munggaran

Mahasiswa Universitas Muhamnadiyah Yogyakarta

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Anggara Munggaran tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kunjungan Direktur Utama Pertamina | Sumber : Instagram @aftyiagroup (telah mendapatkan izin publikasi dari pihak PT. Pertamina AFT YIA)
zoom-in-whitePerbesar
Kunjungan Direktur Utama Pertamina | Sumber : Instagram @aftyiagroup (telah mendapatkan izin publikasi dari pihak PT. Pertamina AFT YIA)

Memulai perjalanan magang di PT Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Kulon Progo / YIA memberikan kejutan tersendiri bagi saya. Di minggu-minggu pertama, suasana operasional terasa begitu dinamis. Saya menyadari satu hal yang menarik: Pertamina AFT YIA sangat sering kedatangan tamu penting, mulai dari perwakilan kantor cabang berbagai daerah, tim audit, hingga kunjungan langsung dari level Direktur Utama (Dirut) Pertamina.

Bagi seorang mahasiswa magang yang baru beradaptasi, intensitas kunjungan VIP Pertamina ini tentu memunculkan pertanyaan besar di benak saya: Apa yang membuat AFT (Aviation Fuel Terminal) ini begitu istimewa hingga menjadi magnet kunjungan para petinggi energi nasional?

Teknologi di Balik Pertamina AFT YIA

Jawabannya ternyata bermuara pada tingkat modernisasi fasilitasnya. Saat ini, Pertamina AFT YIA diakui sebagai salah satu terminal bahan bakar penerbangan paling advance di Indonesia. Salah satu keunggulan utamanya adalah metode pengisian avtur ke pesawat yang sudah menggunakan sistem hydrant. Dengan sistem ini, avtur dialirkan melalui jaringan pipa bawah tanah langsung ke apron (tempat parkir pesawat), sehingga pengisian jauh lebih efisien, aman, dan meminimalkan mobilitas truk refueler. Hebatnya lagi, armada hydrant dispenser yang beroperasi di YIA ini merupakan satu-satunya yang ada di wilayah operasional Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah (RJBT).

Tidak hanya itu, fasilitas ini juga didukung oleh digitalisasi tingkat tinggi melalui sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition). Seluruh operasional mulai dari volume tangki, tekanan, hingga laju aliran bahan bakar dimonitor secara otomatis dan presisi dari control room. Sistem kontrol digital terpusat ini juga menjadi satu-satunya yang diterapkan di lingkungan Pertamina RJBT. Fasilitas ini turut dilengkapi sistem deteksi kebocoran (leak detection system) dan proteksi kebakaran terintegrasi yang menjamin aspek keselamatan (HSSE) berstandar global. Semuanya menjadikan tempat ini sebagai "etalase" teknologi sekaligus role model operasional bagi terminal lain di tanah air.

Tantangan Maintenance di Pertamina AFT YIA

Namun, memiliki predikat sebagai fasilitas paling advance membawa konsekuensi logis: perawatannya menuntut standar yang sangat ketat. Di sinilah saya, yang ditempatkan di fungsi Maintenance (Teknik) pada bulan pertama ini, mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Saya menyadari bahwa secanggih apa pun teknologi sebuah terminal, ia tidak akan berjalan tanpa adanya tata kelola operasional dan pemeliharaan sarana fasilitas (sarfas) yang disiplin.

Untuk menjaga keandalan fasilitas tersebut, saya turut serta dalam sosialisasi sistem Surat Izin Kerja Aman (SIKA) baru yang menuntut prosedur keselamatan tanpa kompromi. Selain itu, dari kacamata manajemen dan administrasi, saya dilibatkan dalam membantu penyusunan dokumen Tata Kelola Penggunaan Alat (TKPA) di fungsi Maintenance. Saya juga berkesempatan turun langsung ke lapangan mendampingi inspeksi rutin (dry test) pada storage tank yang semuanya dikendalikan melalui control room yang modern.

Menjadi bagian dari tim di fasilitas percontohan nasional ini merupakan sebuah privilege yang luar biasa. Pengalaman ini membuktikan bahwa teknologi tingkat tinggi harus selalu ditopang oleh manajemen pemeliharaan yang presisi. Sebagai mahasiswa Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, magang di fasilitas berisiko tinggi ini bukan sekadar ajang belajar operasional, melainkan ruang pembuktian untuk beradaptasi dan menyerap ilmu langsung dari fasilitas terbaik yang dimiliki bangsa ini.