Kumparan Logo

2 Emiten Baru Melantai di BEI Hari Ini, Inaco (JELI) dan JEC (JECX)

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Shutterstock

Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan dua emiten baru pada perdagangan hari ini, Selasa (7/7). Produsen makanan dan minuman PT Niramas Utama Tbk dengan kode saham JELI serta pengelola jaringan rumah sakit mata Jakarta Eye Center (JEC) PT Nitrasanata Dharma Tbk berkode JECX bakal mencatatkan saham perdananya (IPO).

PT Niramas Utama Tbk, produsen makanan dan minuman dengan merek Inaco, menawarkan sebanyak 350 juta saham baru atau setara 25,93 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Perseroan menetapkan harga penawaran pada kisaran Rp 900-Rp 1.120 per saham, sehingga berpotensi menghimpun dana segar hingga sekitar Rp 392 miliar.

Dana hasil IPO bakal digunakan untuk mendukung ekspansi usaha. Sebanyak 51,04 persen dana disalurkan kepada anak usaha PT NPS untuk meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly.

Kemudian, 18,36 persen dialokasikan sebagai belanja modal berupa pembelian mesin dan peralatan guna memperbesar kapasitas penyimpanan serta mempercepat proses logistik.

Selanjutnya, sekitar 10,63 persen dana IPO akan digunakan untuk membayar sebagian pinjaman jangka pendek kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, sedangkan sisa 19,97 persen akan dimanfaatkan sebagai modal kerja guna mendukung operasional dan pengembangan bisnis.

Sementara itu, PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), operator jaringan rumah sakit mata JEC, menargetkan penghimpunan dana hingga Rp 683,18 miliar melalui IPO.

Perseroan menawarkan 487,98 juta saham atau setara 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Jumlah itu terdiri atas 325,32 juta saham baru atau 10 persen dari modal setelah IPO dan 162,66 juta saham divestasi milik Dr. Dr. Waldensius Girsang, SpM(K) atau setara 5 persen dari modal setelah IPO.

Saham JECX ditawarkan pada kisaran harga Rp 1.200-Rp 1.400 per saham. Dengan rentang harga tersebut, nilai emisi IPO mencapai maksimal Rp 683,18 miliar.

Dari total nilai emisi, sekitar Rp 455,45 miliar berasal dari penerbitan saham baru, sedangkan Rp 227,73 miliar merupakan hasil penjualan saham divestasi.