Kumparan Logo

Airlangga Sebut Belanja Pemerintah Jadi Penopang Ekonomi RI Tumbuh 5,47%

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/11/2026) Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/11/2026) Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut program unggulan pemerintah yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih), turut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026.

Airlangga menilai kontribusi program tersebut terlihat dari meningkatnya konsumsi pemerintah yang tumbuh 8,95 persen secara tahunan atau year on year (yoy) pada kuartal III 2026.

Airlangga menjelaskan pemerintah memang mempercepat realisasi belanja dalam dua kuartal terakhir, yakni kuartal II dan kuartal III 2026. Belanja tersebut menjadi salah satu komponen konsumsi pemerintah, termasuk untuk mendukung pelaksanaan program prioritas.

“Memang di dua kuartal ini kuartal II dan kuartal III belanja pemerintah digenjot dan tentu belanja pemerintah ini bagian dari konsumsi daripada program-program pemerintah unggulan termasuk MBG dan juga koperasi KDKMP,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (5/11).

Di luar konsumsi pemerintah, pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,04 persen. Komponen ini memiliki porsi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yakni mencapai 51,97 persen.

Sementara itu, kinerja ekspor tumbuh 4,58 persen, lebih tinggi dibandingkan kuartal II-2026 yang sebesar 4,07 persen. Adapun impor meningkat 7,31 persen, terutama untuk memenuhi kebutuhan produksi, investasi, bahan baku, hingga barang modal.

Dari sisi lapangan usaha, Airlangga menyebut industri pengolahan mencatatkan pertumbuhan 5,87 persen. Sejumlah subsektor juga menunjukkan kinerja positif, seperti industri makanan dan minuman yang tumbuh 7,09 persen, industri kimia dan farmasi 8,1 persen, serta industri logam dasar 9,94 persen. Selain itu, industri otomotif tumbuh 6,14 persen, sedangkan sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,42 persen.

Airlangga menilai pertumbuhan sektor konstruksi tidak terlepas dari berbagai program pemerintah, mulai dari kebijakan di bidang perumahan hingga pembangunan KDKMP dan Sekolah Rakyat. Aktivitas tersebut turut meningkatkan kebutuhan material konstruksi, termasuk semen.

“Industri konstruksi tumbuh menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah di sektor perumahan kemudian kegiatan terkait KDKMP dan juga sekolah rakyat itu menumbuhkan kebutuhan semen dan yang lain,” ujar Airlangga.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen secara tahunan pada kuartal III 2026. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang tercatat sebesar 5,29 persen.

Realisasi itu juga melampaui proyeksi konsensus Bloomberg yang memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2 persen pada kuartal III-2026.

Berdasarkan data BPS, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi dengan kontribusi sebesar 51,97 persen terhadap PDB dan pertumbuhan 5,04 persen secara tahunan.

Sementara itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang memiliki pangsa 30,81 persen tumbuh 6,06 persen. Kedua komponen tersebut secara gabungan menyumbang 82,78 persen terhadap perekonomian.

Konsumsi pemerintah mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 8,95 persen, dengan kontribusi 7,28 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa.