Anggaran Kementerian ESDM pada 2027 Disetujui Senilai Rp 27,33 Triliun
·waktu baca 2 menit

Komisi XII DPR menyetujui anggaran Kementerian ESDM untuk pagu indikatif rancangan APBN 2027 senilai Rp 27,33 triliun.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan Kementerian ESDM mengusulkan anggaran untuk tahun depan sejumlah Rp 27,33 triliun sesuai pembahasan dalam Rapat Kerja penetapan RKA-KL pada Senin (15/6).
Alokasi per unit eselon I yakni mencakup Sekretaris Jenderal sebesar Rp 532,5 miliar, Inspektorat Jenderal sebesar Rp 104,46 miliar, Ditjen Minyak dan Gas Bumi sebesar Rp 11,32 triliun, Ditjen Ketenagalistrikan sebesar Rp 10,46 triliun, Ditjen Mineral dan Batubara sebesar Rp 702,53 miliar, Dewan Energi Nasional sebesar Rp 78,6 miliar.
Kemudian, Ditjen Penegakan Hukum ESDM sebesar Rp 86,38 miliar, BPSDM ESDM sebesar Rp 881,43 miliar, Badan Geologi sebesar Rp 749,49 miliar, BPH Migas sebesar Rp 274,43 miliar, Ditjen EBTKE sebesar Rp 1,813 triliun, dan BPMA sebesar Rp 105,31 miliar.
“Anggaran tersebut termasuk belanja program strategis infrastruktur sebesar Rp 22,48 triliun dan alokasi minimal untuk anggaran pendidikan sebesar Rp 165,1 miliar,” ujar Yuliot di Gedung DPR, Senin (15/6).
Yuliot menjelaskan belanja program strategis infrastruktur Kementerian ESDM tahun anggaran 2027 yang direncanakan yaitu konverter kit petani serta konsultan pengawas untuk 14.000 paket sebesar Rp 158,5 miliar, Pipa gas bumi Dumai-Sei Mangkei kontrak tahun anggaran 2025-2027, serta konsultan pengawas untuk 1 ruas sebesar Rp 3,94 triliun, Jaringan gas rumah tangga kontrak tahun anggaran 2026-2028 serta konsultan pengawas untuk 959.232 sambungan rumah tangga sebesar Rp 5,212 triliun.
Selanjutnya, pipa transmisi gas Semarang-Solo Yogyakarta kontrak tahun anggaran 2026-2028 serta konsultan pengawas untuk 1 ruas sebesar Rp 702,38 miliar, Pipa transmisi gas Cirebon-Bandung kontrak tahun anggaran 2026-2028 serta konsultan pengawas untuk 1 ruas sebesar Rp 577,56 miliar, PLTMH kontrak tahun anggaran 2026-2027 untuk 3 unit sebesar Rp 58,58 miliar.
Kemudian, program konversi kompor listrik sebesar Rp 815,56 miliar, Konversi motor listrik sebesar Rp 635,54 miliar, PJUTS serta konsultan pengawas untuk 250.000 sambungan ruas sebesar Rp 520 miliar, Infrastruktur listrik desa kontrak serta konsultan pengawas sebesar Rp 9,74 triliun dengan target 3.054 lokasi, serta pembangunan kapal bio maritime kontrak dengan target 1 unit sebesar Rp 100,86 miliar.
Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya meminta persetujuan kepada para anggota rapat kerja terkait pagu anggaran yang diusulkan oleh Kementerian ESDM, yang dijawab setuju secara serentak.
“Komisi XII DPR RI menyetujui pagu indikatif Kementerian ESDM RI tahun anggaran 2027 sebesar Rp 27.335.640.478,” kata Bambang sekaligus menutup Rapat Kerja tersebut.
