Kumparan Logo

Antam Bakal Bagi Dividen Rp 5,04 Triliun, 70 Persen dari Laba Bersih 2025

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Gedung Antam. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gedung Antam. Foto: Shutterstock

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam menetapkan pembagian dividen senilai Rp 5,04 triliun atau Rp 210 per saham yang berasal dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini merupakan hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Rabu (10/6).

“Sebagai wujud komitmen perseroan dalam menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham RUPST 2025 menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 5.046.183.522.024 atau 70 persen dari laba bersih tahun buku 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk,” kata Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, dalam konferensi pers RUPST 2025, Rabu (10/6).

Sementara itu, sebesar Rp 2,16 triliun atau 30 persen dari laba bersih ditetapkan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha, memperkuat fundamental bisnis, serta membiayai berbagai proyek strategis perseroan ke depan.

“Keputusan pembagian dividen tersebut didukung oleh kinerja operasional dan keuangan Antam yang mencatatkan pencapaian terbaik sepanjang sejarah perseroan,” ujar Untung.

Pada 2025, ANTAM membukukan pendapatan sebesar Rp 84,64 triliun, meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Perseroan juga mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp 7,92 triliun, tumbuh signifikan sebesar 106 persen dibandingkan capaian tahun 2024,” lanjut Untung.

Volume Penjualan Capai 37 Ton pada 2025

Kemudian, Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial PT Antam, Handi Sutanto, menyatakan perseroan mencatatkan volume produksi dan penjualan signifikan pada tahun 2025. Ia menyatakan, volume penjualan emas capai 37 ton pada 2025.

“Volume penjualan kami di tahun 2025 sekitar 37 ton,” ucap Handi dalam kesempatan yang sama.

Handi melanjutkan, pertumbuhan tersebut didorong oleh keberhasilan memanfaatkan momentum pasar, seiring tingginya permintaan bahan baku untuk kebutuhan hilirisasi dalam negeri, khususnya industri baja nirkarat.

Pada komoditas bauksit, perseroan mencatatkan peningkatan produksi sebesar 112 persen dan pertumbuhan penjualan sebesar 157 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

“Sama story-nya dengan RKAB yang kami dapatkan, secara tepat waktu kami manfaatkan momentumnya kami optimalisasi RKAB tersebut sehingga itu menciptakan momentum yang sangat baik,” ucap Handi.

Selain itu, sebagai bagian dari upaya memperkuat organisasi dan menjawab tantangan bisnis ke depan, Antam juga menetapkan perubahan susunan pengurus perusahaan RUPST Tahun Buku 2025.

Pemegang saham merestui pengangkatan Arini Kasmira menjadi Direktur Keuangan Antam menggantikan Arianto Sabtonugroho Rudjito.

Berikut susunan manajemen baru Antam berdasarkan hasil RUPST:

Direksi

Direktur Utama: Untung Budiharto

Direktur Pengelolaan Sumber Daya Mineral: Hartono

Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir: I Dewa bagus Sugata Wirantaya

Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial: Handi Sutanto

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Arini Kasmira

Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Korporasi: Ratih Dewihandajani Lindawardhani Amri

Komisaris

Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Irwandy Arif

Komisaris: Elen Setiadi

Komisaris Independen: Ridwan

Komisaris: Rudy Sufahriadi

Komisaris: Aryanto Wibowo

Komisaris Independen: Pius Lustrilanang