BEI Targetkan Rata-rata Nilai Transaksi Harian Rp 21 T pada 2027, Naik 16,7 Persen

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) mencapai Rp 21 triliun pada 2027. Target ini meningkat 16,7 persen dibandingkan target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026 revisi senilai Rp 18 triliun.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan target RNTH itu menjadi salah satu asumsi utama dalam penyusunan RKAT 2027. Bursa menggunakan asumsi 241 hari perdagangan untuk menetapkan target transaksi harian.
Selain nilai transaksi, BEI menargetkan pencatatan efek baru sebanyak 905 efek pada 2027. Angka ini meningkat 13,1 persen dibandingkan target RKAT 2026 revisi sebanyak 800 efek.
BEI juga membidik rata-rata investor aktif bulanan mencapai 1,3 juta investor, naik 44,4 persen dari target tahun sebelumnya sebanyak 900.000 investor.
Di sisi lain, BEI juga menyusun 51 rencana kerja pada 2027 dengan total anggaran sebesar Rp 596,4 miliar. Anggaran itu dibagi menjadi dua kelompok utama, yakni pilar bisnis dan enabler.
Pilar bisnis mendapat alokasi Rp 186,8 miliar atau 31,3 persen dari total anggaran. Dana bakal digunakan untuk memperkuat bisnis transaksi dan nontransaksi, meningkatkan kuantitas dan kualitas perusahaan tercatat, serta memperluas partisipasi investor.
Sementara itu, anggaran enabler mencapai Rp 409,7 miliar atau 68,7 persen dari total anggaran. Alokasi ini difokuskan pada penguatan infrastruktur dan kapabilitas pendukung, termasuk Rp 380,7 miliar untuk penguatan dan optimalisasi aset teknologi informasi.
“Sebagian besar alokasi ini, yaitu sebesar Rp 380,7 miliar, diarahkan untuk penguatan dan optimalisasi aset teknologi informasi guna mendukung keandalan sistem, kapasitas layanan, dan kesiapan pengembangan pasar ke depan,” ujar Jeffrey saat konferensi pers usai RUPSLB di gedung BEI, Jakarta, Rabu (28/10)..
Dari sisi keuangan, BEI memproyeksikan total pendapatan pada 2027 mencapai Rp 2,59 triliun, tumbuh 14,6 persen dibandingkan RKAT 2026 revisi. Laba bersih ditargetkan sebesar Rp 563,9 miliar, meningkat 22,76 persen dari target dalam RKAT 2026 revisi.
Total aset BEI diproyeksikan mencapai Rp 9,12 triliun, dengan total ekuitas sebesar Rp 7,66 triliun. BEI menganggarkan belanja investasi sebesar Rp 670 miliar pada 2027, meningkat 161,82 persen dibandingkan RKAT 2026 revisi.
BEI juga menetapkan pembagian dividen tunai khusus kepada pemegang saham yang berhak dan tercatat dalam daftar pemegang saham pada 27 Oktober 2026. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp 1,564 triliun atau setara dengan Rp 17 miliar per saham.
