Blue Bird akan Sesuaikan Spesifikasi Armada Jelang Implementasi B50

PT Blue Bird Tbk (Blue Bird) menyiapkan berbagai langkah untuk menyesuaikan armada dengan program mandatori bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) yang akan diimplementasikan pada 1 Juli 2026 untuk mengurangi kebergantungan impor solar atau gasoil.
Wakil Direktur Utama Blue Bird, Sigit Priawan Djokosoetono, mengatakan sejumlah teknologi dan perangkat pendukung armada akan dikaji untuk mengantisipasi perubahan spesifikasi bahan bakar tersebut.
“Tentunya dengan penambahan B50 ini tim teknis perlu menyesuaikan dan mengatur sesuai dengan spesifikasi. Kita sudah ada persiapan ada beberapa teknologi yang akan kita pasang lah untuk mengatasi perubahan B50 ini,” kata Sigit dalam konferensi pers RUPST 2025 di Blue Bird Group Headquarters, Jakarta, Kamis (18/6).
Sigit menjelaskan Blue Bird telah melakukan berbagai persiapan, termasuk penggunaan katalis dan teknologi lain yang bertujuan menjaga kualitas kendaraan.
“Kita sudah lakukan persiapan beberapa teknologi yang muncul untuk mempertahankan kualitas dan bisa menjalankan (program B50) secara efisien,” sebut Sigit.
Sementara itu, Direktur Utama Blue Bird, Ardianto (Andre) Djokosoetono, menyampaikan armada bus dan angkutan umum Blue Bird selama ini memang menggunakan biosolar, sehingga yang terpenting bagi perusahaan adalah memastikan ketersediaan dan keberlanjutan pasokan bahan bakar tersebut.
Andre menekankan Blue Bird mempunyai pengalaman panjang dalam mengelola armada yang menggunakan campuran biodiesel, mulai dari penerapan B20, B30 hingga B40.
“Jadi kita di Blue Bird sudah punya historic, pengalaman, how to maintain kendaraan yang menggunakan B50,” tutur Andre.
