Danantara Ungkap Hibah Lahan 30 Ha di Kawasan Meikarta Masuk Proses di Kemenkeu

Danantara Indonesia mengungkapkan perkembangan proses hibah lahan seluas 30 hektare (ha) dari Lippo Group untuk pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, Bekasi.
COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan hibah lahan dari Lippo Group telah diterima. Tahap selanjutnya adalah proses penempatan modal negara dari Kemenkeu ke Danantara.
“Jadi untuk yang Meikarta, statusnya saat ini ada di Departemen Keuangan, sudah diterima hibahnya banyak, tinggal nanti tahapan berikutnya adalah dari Departemen Keuangan, penempatan modal negara ke danantara. Itu proses berikutnya,” kata Dony di NICE, PIK, Tangerang, Banten, Kamis (28/8).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan lahan yang dihibahkan Lippo tersebut memiliki luas sekitar 30 ha. Menurutnya, hibah ini menjadi salah satu bentuk kontribusi swasta kepada negara dalam penyediaan hunian.
Pria yang akrab disapa Ara itu menegaskan lahan tersebut nantinya akan menjadi tanah negara. Namun, pemerintah masih membahas skema pemanfaatan dan kepemilikannya dengan Danantara dan BP BUMN.
“Nanti skemanya kita buat kan, tanah tetap tanah negara. Kita diskusikan yang baik yang bijaksana. Apakah bagaimana kepemilikannya, apakah sewa jangka panjang,” ujar Ara.
Sementara itu, Chairman Lippo Group James Riady mengatakan pembangunan rusun subsidi di lahan tersebut direncanakan mulai berjalan tahun ini. Tahap topping off proyek ditargetkan berlangsung pada akhir 2026.
“Dia rencanakan akhir tahun ini,” kata James.
Namun, James mengatakan penjualan unit rusun tersebut belum dimulai. Hal itu karena proses legalitas proyek masih berjalan di Kementerian Keuangan dan selanjutnya membutuhkan proses di DPR.
“Belum, karena proses legalitas itu, proses hukumnya di Keuangan lalu ke DPR kan lagi berlangsung,” ujar James.
Sebelumnya Ara mengungkap proyek rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, sudah bisa mulai dipesan pada 2026. Ara mengeklaim pembangunan rusun subsidi di kawasan Meikarta saat ini telah menunjukkan perkembangan yang signifikan.
“Ya, sudah cukup banyak progresnya, karena kita berencana di tahun ini sudah dimulai ada akad. Akad itu artinya rakyat sudah bisa memesan, sudah bisa mulai membeli daripada rumah susun subsidi yang ada di Meikarta,” ujar Ara saat konferensi pers di Kantor Pusat BSI, Jakarta, Kamis (21/5).
