Kumparan Logo

Harga Minyak Mentah RI Tembus USD 112,81 per September 2026

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi minyak mentah. Foto: Alexander Knyazhinsky/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi minyak mentah. Foto: Alexander Knyazhinsky/Shutterstock

Pemerintah menetapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) September 2026 sebesar USD 112,81 per barel, melesat USD 23,38 dibandingkan Agustus 2026 sebesar USD 89,43 per barel.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 395.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan September 2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman mengatakan bahwa ketegangan di Timur Tengah kembali mengguncang pasar minyak dunia. Pemerintah memastikan pergerakan harga terus dipantau secara cermat untuk menjaga ketahanan energi nasional.

"Rata-rata ICP bulan September 2026 yang melonjak naik menjadi USD 112,81 per barel merupakan cerminan dari dinamika pasar minyak global yang dipengaruhi oleh tingginya ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya risiko gangguan pasokan," kata Laode dalam keterangan resmi, Selasa (13/10).

Laode mengatakan eskalasi konflik militer dan kebuntuan diplomasi di Timur Tengah, khususnya ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, meningkatkan risiko keamanan pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital ekspor minyak dunia.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman saat IPA Convex ke-50, Rabu (20/5/2026). Foto: Fariza/kumparan

Ekspor minyak mentah melalui rute tersebut sempat mengalami penurunan hingga 28 persen dibandingkan Juli. Kondisi ini diperkuat oleh serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan tersebut, termasuk penutupan sementara Pipa East-West Arab Saudi berkapasitas 7 juta barel per hari akibat serangan drone sebagai langkah pencegahan.

Selain itu, penundaan kuota produksi oleh OPEC+ dan serangan lanjutan terhadap infrastruktur kilang dan terminal ekspor minyak di Rusia dan kawasan Laut Merah turut memperketat pasokan minyak mentah global.

Laode menyebutkan ICP diproyeksikan masih berada di level tinggi, namun mulai melandai ke kisaran USD 98-103 per barel pada Oktober. Ia menjamin akan mencermati pergerakan harga minyak dunia untuk mengambil langkah strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional.

"Kami memastikan formula ICP tetap transparan mencerminkan dinamika pasar internasional agar tetap akuntabel bagi keuangan negara dan kegiatan usaha hulu migas," ujarnya.

ICP menjadi acuan penting dalam perhitungan penerimaan negara dari sektor hulu migas dan asumsi makro APBN. Dengan pemantauan yang ketat dan penetapan harga yang transparan, pemerintah berupaya menjaga stabilitas sektor energi di tengah ketidakpastian pasar global.

Berikut kenaikan harga minyak mentah utama dunia pada September 2026 dibandingkan Agustus 2026:

Brent (ICE) naik USD 13,94 menjadi USD 102,02 per barel.

WTI (Nymex) naik USD 13,24 menjadi USD 95,69 per barel.

Dated Brent naik USD 25,93 menjadi USD 116,77 per barel.

Basket OPEC naik USD 24,29 menjadi USD 110,73 per barel.