Kumparan Logo

Kemendag Catat 300 Ribu Pedagang Pasar Sudah Difasilitasi Pembayaran Digital

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pembeli memindai kode batang pembayaran nontunai Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) di Pasar Santa, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). Foto: Darryl Ramadhan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pembeli memindai kode batang pembayaran nontunai Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) di Pasar Santa, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). Foto: Darryl Ramadhan/ANTARA FOTO

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri memastikan terus mendorong digitalisasi perdagangan di pasar rakyat. Berdasarkan data yang tercatat hingga 2025, sekitar 6.870 pasar rakyat di Indonesia telah mendapat fasilitasi digital yang melibatkan lebih dari 300 ribu pedagang.

Dyah mengatakan fasilitasi tersebut dilakukan melalui kerja sama lintas instansi. Salah satunya dengan menyediakan sistem pembayaran digital seperti Quick Responses Indonesian Standard (QRIS) yang mulai diterapkan di pasar-pasar rakyat.

“Kami selama ini bekerja sama dengan lintas Instansi dan kalau tercatat di data kita di tahun 2025 ada sekitar 6.870 pasar rakyat dan lebih dari 300 ribu pedagang yang sudah kita berikan fasilitasi digital baik itu melalui online payment system, jadi QRIS itu sudah masuk ke pasar-pasar,” kata Dyah dalam rangkaian acara FEKDI x IFSE 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Jumat (25/9).

Selain pembayaran digital, pemerintah juga memberikan pelatihan kepada pedagang agar tidak hanya mengandalkan transaksi secara langsung di pasar, tetapi mulai memanfaatkan kanal online untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi memungkinkan pedagang tetap dapat berjualan secara langsung di pasar, sekaligus memperluas jangkauan pasar melalui platform online.

"Memang ini adalah sesuatu hal yang suka tidak suka kita memang harus beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi dan harapannya harapannya ini juga bisa menciptakan multiplier effect yang tentunya dibutuhkan," ujarnya.

Teknologi Dorong Produk RI Tembus Pasar Internasional

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti dalam F&B Trade Forum di Kantor Kemendag, Jakarta pada Selasa (11/8/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparan

Tak hanya untuk perdagangan dalam negeri, Dyah mengatakan teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk membantu pelaku usaha Indonesia memperluas pasar hingga ke tingkat internasional.

Kementerian Perdagangan memiliki platform InaExport yang digunakan untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan pasar internasional. Melalui platform tersebut, produk-produk Indonesia dapat ditampilkan secara online berdasarkan kategori.

“Jadi kita memanfaatkan platform online ini untuk me-showcasing produk-produk Indonesia itu apa saja sih per kategori dan kita hubungkan itu dengan potensi bayar yang ada di luar negeri,” ungkap Dyah.

Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan peran perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, termasuk atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) yang berada di 33 negara.

Langkah tersebut dilakukan untuk membantu pelaku usaha Indonesia memanfaatkan peluang pasar di luar negeri. Selain pemanfaatan teknologi, pemerintah juga mendorong perjanjian perdagangan yang memberikan fasilitas tarif bagi produk Indonesia agar lebih kompetitif di pasar internasional.

"Pada prinsipnya teknologi akan selalu berkembang dan kita harus menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi. We need to utilize it, don't let technology use us," tuturnya.

Menurut Dyah, pemanfaatan teknologi perlu dilakukan secara seimbang, termasuk dalam penggunaan media sosial. Media sosial tidak hanya menjadi sarana yang digunakan masyarakat, tetapi juga dapat dimanfaatkan baik pelaku usaha maupun pemerintah untuk menyampaikan informasi dan memperluas jangkauan.

Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, ia berharap digitalisasi perdagangan dapat memberikan efek berganda terhadap perekonomian dan mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.