Ketika Local Hero Pertamina Hijaukan Lahan Gundul di Lombok Tengah dengan PLTS

Hamparan hutan yang pernah gundul di Desa Tumpak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mulai menghijau berkat upaya Local Hero Pertamina menggerakkan kemandirian energi, sekaligus roda ekonomi masyarakat desa.
Burhanudin namanya. Ia mengubah energi dari sinar matahari dimanfaatkan bukan sekadar untuk menghasilkan listrik, tetapi menjadi tenaga penggerak bagi aktivitas ekonomi warga. Local Hero dari Pertamina Patra Niaga AFT Bandara International Lombok (BIL) itu mendampingi masyarakat setempat dalam mengembangkan pemberdayaan masyarakat tani hutan.
Melalui program Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina, Burhanudin mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6,6 kWp dengan baterai 20 kWh dimanfaatkan untuk mengoperasikan mesin sentrifugal berdaya 5.500 watt dalam produksi Virgin Coconut Oil (VCO).
Dosen Bahasa Prancis di Poltekpar Lombok itu bercerita bahwa awal mulanya dari inisiatifnya menanam di lahan gundul seluas 100 hektare dan melakukan pemberdayaan masyarakat lewat produk kelapa, pertanian organik, peternakan dan pariwisata.
“Awal mula terpilih diawali dari konsistensi dan komitmen dalam menggerakkan masyarakat lokal untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan sosial di wilayah kami. Menginisiasi penanaman di lahan gundul seluas 100 hektare dan melakukan pemberdayaan masyarakat lewat produk kelapa, pertanian organik, peternakan dan pariwisata,” tuturnya kepada kumparan.
Energi bersih tersebut menjadi bagian dari rantai pemberdayaan yang lebih besar. Masyarakat tidak hanya diajak menanam kembali pohon produktif di lahan hutan yang gundul, tetapi juga mengolah hasil hutan menjadi produk bernilai jual dan mengembangkan perhutanan sosial berbasis wisata. Dengan begitu, energi terbarukan menjadi pintu masuk untuk menjaga lingkungan sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
Burhanudin menyebutkan, Pertamina melihat inisiatif berbasis komunitas yang sudah berjalan mandiri dan memiliki dampak nyata, namun membutuhkan kolaborasi strategis agar cakupannya bisa diperluas.
"Pertamina melihat adanya inisiatif berbasis komunitas yang sudah berjalan mandiri dan memiliki dampak nyata, namun membutuhkan kolaborasi strategis agar cakupannya bisa diperluas. Melalui proses asesmen, pemetaan sosial, dan pendampingan, inisiatif ini dinilai memiliki keberlanjutan serta potensi kepemimpinan lokal yang kuat," tutur Burhanudin.
Dia menyebutkan beberapa kegiatan yang didukung oleh Pertamina mencakup pendekatan holistik melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) alias TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan), antara lain pemulihan ekosistem hutan, penyediaan bibit, serta peralatan pendukung aksi lingkungan.
Kemudian, pengembangan Energi Terbarukan seperti penyediaan sarana energi bersih, termasuk solar panel untuk mendukung aktivitas komunitas, hingga pelatihan kapasitas warga dan pengembangan Usaha Mikro Kecil (UMK) berbasis potensi lokal.
Selain menjadi Dosen Bahasa Prancis, Burhanudin juga aktif menggerakkan aksi-aksi swadaya bersama warga lokal dalam pemulihan lahan kritikal dan konservasi alam, memberikan edukasi informal terkait ekosistem kawasan tempat tinggal, membangun jaringan sukarelawan untuk kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi komunitas secara mandiri, hingga trainer profesional bidang Pariwisata bersama ITDC di sirkuit Mandalika.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan bahwa kehadiran local hero merupakan salah satu motor pengerak perubahan di masyarakat.
“Kisah Pak Burhanudin adalah bukti nyata bahwa transisi energi bukan sekadar wacana, melainkan gerakan yang bisa dimulai dari tangan-tangan penggerak di akar rumput. Melalui local hero DEB ini, gerakan itu bisa dimulai dari kelompok-kelompok di masyarakat,” tutur Baron.
Kisah di Tumpak memperlihatkan bagaimana bantuan Pertamina dapat mengambil peran lebih jauh dari sekadar penyediaan infrastruktur energi. Ketika listrik dari matahari mampu menghidupkan mesin produksi dan hasil hutan memiliki nilai ekonomi, energi bersih pun menemukan perannya sebagai penggerak ekonomi daerah, dari hutan, untuk masyarakat.
Sampai dengan bulan Agustus 2026, melalui program Desa Energi Berdikari (DEB), Pertamina telah menjangkau 269 daerah dengan sumber energi 237 panel surya, 21 metana & biogas, 8 mikrohidro, 1 hybrid dan 2 biodiesel.
