Kumparan Logo

Masjid Istiqlal Kelola Dana Wakaf di Pasar Modal, OJK akan Siapkan Aturan Khusus

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Jumat (19/6/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Masjid Istiqlal masuk dalam ekosistem pasar modal melalui pengelolaan dana wakaf. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengatakan kerja sama tengah disiapkan bersama Masjid Istiqlal dan sejumlah manajer investasi. Dana wakaf nantinya dapat ditempatkan dalam sejumlah instrumen investasi.

"Kami mengundang manajer investasi bersama dengan Masjid Istiqlal. Jadi, filantropi Islam yang disalurkan ke Masjid Istiqlal itu akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi. Nah, itu yang sedang dikerjakan,” ucap Jeffrey ketika ditemui wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (10/8).

Jeffrey menjelaskan bentuk investasi tersebut dapat berupa baik saham, reksa dana, maupun dana yang kemudian dikelola oleh manajer investasi.

Ke depan, BEI berharap semakin banyak manajer investasi yang terlibat dan masyarakat yang menyalurkan wakaf melalui instrumen pasar modal, termasuk wakaf saham dan wakaf reksa dana semakin bertambah.

Suasana Masjid Istiqlal, Jakarta, lima hari menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, Jumat (22/5/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan rencana pengelolaan dana wakaf Masjid Istiqlal di pasar saham masih dalam pembahasan internal OJK.

Menurutnya, apabila kegiatan tersebut bersinggungan dengan pengelolaan dana masyarakat, aspek regulasi dan persyaratan terkait perlu diperhatikan.

"Atau dalam hal diperlukan dan diberikan mandat nanti kami tentu akan mengeluarkan pengaturan khusus terkait dengan hal ini,” kata Hasan.

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar menyebut Masjid Istiqlal telah masuk dalam ekosistem bursa efek. Nasaruddin mengatakan keterlibatan Istiqlal dalam ekosistem bursa efek mendapat respons positif dari masyarakat.

“Satu-satunya dan mungkin pertama di dunia ini masjid masuk dalam bursa efek dan peminatnya luar biasa,” kata Nasaruddin dalam acara Doa Bersama dan Zikir Kebangsaan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (9/8).

Masjid Istiqlal menjadi masjid pertama di Indonesia yang masuk dalam ekosistem BEI melalui pengelolaan dana wakaf tunai secara produktif. Kerja sama tersebut dijalankan melalui unit usaha Istiqlal Global Fund (IGF) untuk investasi syariah, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi umat.