Kumparan Logo

Mendag Ungkap Pertimbangan yang Bikin HET MinyaKita Batal Dinaikkan

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan paparan kepada pers saat memantau harga barang kebutuhan pokok di Pasar Palmerah, Rabu (13/5/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan paparan kepada pers saat memantau harga barang kebutuhan pokok di Pasar Palmerah, Rabu (13/5/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan alasan batal menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita. Pemerintah semula berencana menaikkan HET MinyaKita awal Juni, tetapi batal. Sehingga HET minyak goreng tersebut tetap Rp 15.700 per liter.

“Sampai sekarang kan (HET) tidak naik Jadi sesuai hasil rakor itu dengan beberapa pertimbangan,” kata Budi saat ditemui di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (30/6).

Pernyataan itu sekaligus menjawab spekulasi mengenai potensi kenaikan HET MinyaKita di tengah harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) yang masih tinggi.

Pedagang menunjukan MinyaKita di Pasar Jaya Cijantung Jakarta Timur pada Rabu (4/9/2024). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Meski begitu, saat ditanya mengenai sampai kapan pemerintah akan mempertahankan HET MinyaKita, Budi belum bisa memastikannya.

Budi menjelaskan dalam menentukan harga MinyaKita, pemerintah mempertimbangkan seluruh instrumen dalam ekosistem, mulai dari petani, produsen hingga konsumen.

Selain itu, kata Budi, dinamika yang mempengaruhi fluktuasi harga MinyaKita dan berdampak pada biaya produksi juga dipertimbangkan.

“Tapi kita juga harus melihat konsumennya dan juga aspek psikologisnya. Jadi nanti kita lihat, juga komunikasi terus dengan produsen dengan konsumen dan juga dengan asosiasi,” tutur Budi.

video story embed