Kumparan Logo

Mensesneg soal Rupiah & IHSG Anjlok: Sesungguhnya Fundamental Ekonomi Kita Kuat

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mensesneg Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mensesneg Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka suara soal rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus melemah dalam beberapa waktu terakhir.

Nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (4/6). Berdasarkan data Bloomberg pukul 14.35 WIB, rupiah melemah 76,50 poin atau 0,43 persen ke posisi Rp 18.048 per dolar AS.

Sementara itu, IHSG ditutup anjlok 101,280 poin atau 1,70 persen ke level 5.839,785 hari ini. Nilai transaksi mencapai Rp 25,33 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 39,31 miliar lembar saham dan frekuensi perdagangan yang tercatat sebanyak 2,29 juta kali.

Prasetyo mengatakan pemerintah terus berkoordinasi secara intens dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memantau perkembangan nilai tukar rupiah dan pasar serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

“Berkenaan dengan masalah rupiah (dan IHSG), kami pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kemudian Bank Indonesia, kemudian juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah,” kata Prasetyo kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (4/6).

Prasetyo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga.

“Kemudian dari inflasi yang masih terjaga, insyaallah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat gitu,” ucap Prasetyo.

video story embed