Kumparan Logo

Mentan Amran Mau Alihkan Kuota Impor Bungkil Kedelai ke BUMN

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mentan Amran Sulaiman percepat pembangunan ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir di lima kawasan dengan anggaran Rp2,2 triliun untuk dukung ketahanan pangan dan Makan Bergizi Gratis di Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (25/9/2026). Foto: Kementan RI
zoom-in-whitePerbesar
Mentan Amran Sulaiman percepat pembangunan ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir di lima kawasan dengan anggaran Rp2,2 triliun untuk dukung ketahanan pangan dan Makan Bergizi Gratis di Bone, Sulawesi Selatan, Jumat (25/9/2026). Foto: Kementan RI

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman berencana menyerahkan seluruh kuota impor bungkil kedelai atau soybean meal (SBM) kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurutnya, kebijakan ini untuk menekan ongkos pakan, sekaligus menjaga keberlangsungan bisnis peternak ayam.

Amran mengungkapkan pemerintah telah menjalin koordinasi dengan BUMN dan Kementerian Perdagangan untuk membentuk ekosistem peternakan yang terintegrasi.

Dalam skema yang disiapkan, BUMN pangan ID Food melalui PT Berdikari (Persero) mendapat penugasan untuk memasok SBM kepada peternak. Amran menyebut harga yang ditawarkan lewat Berdikari saat ini lebih murah dibandingkan harga di pasar swasta.

"Berkat penugasan ini harga SBM dari ID Food Berdikari bisa di angka Rp 8.630 per kg hari ini, sementara di swasta harganya masih di atas Rp 10.000 (per kg)," kata Amran kepada wartawan di Kalibata, Jakarta, Jumat (9/10).

Amran menjelaskan harga SBM di pasaran kerap berubah-ubah. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena bungkil kedelai adalah salah satu bahan baku pakan yang berpengaruh terhadap biaya produksi peternakan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di kediamannya, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

"Terkait bungkil kedelai (SBM), harganya sering fluktuatif, kadang Rp 10.000, Rp 12.000 (per kg) naik, turun. Kami sudah menugaskan ID Food Berdikari," ujar Amran.

"Kita harus menolong peternak agar pakannya stabil, harganya menguntungkan, dan offtaker serta sumber pakannya jelas. Intinya, bagaimana ekonomi bergerak dan peternak ini jangan dipersulit," tambahnya.

Di sisi lain, Kementerian Pertanian juga bakal menyediakan benih jagung untuk lahan seluas 20 ribu hektare, disertai bantuan alat pemipil jagung dan traktor bagi petani binaan peternak.

Jagung hasil panen petani nantinya diserap oleh peternak. Jika produksi melebihi kebutuhan, Perum Bulog akan membeli kelebihan hasil panen untuk dijadikan cadangan. Stok disiapkan untuk mengantisipasi periode paceklik pada September-Desember, sehingga ketersediaan bahan baku pakan bisa tetap terjaga.