Kumparan Logo

Mentan Amran Tawarkan Ekspor 10 Ribu Ton Beras hingga Minyak Sawit ke Singapura

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mentan Amran bertemu Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu di Kementan. Foto: Dok. Kementan RI
zoom-in-whitePerbesar
Mentan Amran bertemu Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu di Kementan. Foto: Dok. Kementan RI

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membahas peluang ekspor 10 ribu ton beras Indonesia ke Singapura untuk memperkuat kerja sama pangan kedua negara. Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Amran dengan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura, Grace Fu, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (29/6).

Selain beras, Indonesia juga menjajaki peningkatan ekspor komoditas pangan strategis lainnya, seperti ayam, telur, minyak sawit, hingga kelapa.

“Kami mengusulkan ekspor minimal 10 ribu ton beras dari Indonesia ke Singapura. Selain itu, kami juga ingin meningkatkan kerja sama untuk komoditas ayam, telur, minyak sawit, serta memperkuat pertukaran teknologi pertanian. Ini menjadi langkah kolaborasi yang saling menguntungkan bagi kedua negara,” kata Amran melalui keterangan tertulis, Senin (29/6).

Amran mengatakan peluang ekspor tersebut didukung oleh kondisi produksi dan cadangan beras pemerintah yang saat ini mencapai sekitar 5,1 juta ton. Sementara kapasitas gudang sekitar 3 juta ton, sehingga sebagian stok harus disimpan di gudang sewa.

“Karena itu, insyaallah Indonesia siap mengekspor minimal 10 ribu ton beras ke Singapura,” ujar Amran

Amran menjelaskan pembahasan kerja sama akan dilanjutkan secara lebih rinci, termasuk untuk komoditas pangan lain yang dibutuhkan Singapura.

"Yang jelas, saudara kita dari Singapura ingin memperkuat kerja sama, khususnya untuk kebutuhan pangan seperti beras, telur, ayam, kelapa, dan komoditas lainnya. Indonesia siap mendukung kebutuhan tersebut,” ungkap Amran.

Amran menekankan ekspor beras ke Singapura bukan hal baru. Selama ini perdagangan beras telah berlangsung melalui pelaku usaha swasta. Sementara rencana yang tengah dijajaki kali ini adalah skema kerja sama antara BUMN Indonesia dengan mitra swasta di Singapura sebagai upaya memperluas kerja sama perdagangan pangan kedua negara.

Mentan Amran bertemu Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu di Kementan. Foto: Dok. Kementan RI

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu mengapresiasi kemajuan sektor pertanian Indonesia. Menurutnya, peningkatan produktivitas yang dicapai Indonesia merupakan hasil dari penguatan riset dan pengembangan, teknologi, benih unggul, peralatan, serta mekanisasi pertanian.

“Saya mendapat penjelasan yang sangat baik mengenai perkembangan sektor pertanian Indonesia. Peningkatan hasil panen dan produktivitas yang dicapai sangat mengesankan. Indonesia telah banyak berinvestasi pada riset dan pengembangan, teknologi, benih, peralatan, serta mekanisasi yang berhasil meningkatkan produksi pertanian,” ujar Grace Fu.

Grace Fu mengungkapkan Singapura masih mengimpor sebagian besar kebutuhan pangannya. Sehingga peluang peningkatan ekspor dari Indonesia menjadi potensi kerja sama yang menjanjikan.

“Singapura mengimpor sebagian besar pangan yang dikonsumsi. Kedua negara memiliki hubungan yang sangat dekat dan telah lama bekerja sama. Karena itu, potensi ekspor pangan dari Indonesia merupakan peluang kolaborasi yang sangat baik. Kami juga menyambut baik untuk mengeksplorasi lebih lanjut usulan ekspor 10 ribu ton beras bersama pemerintah Singapura,” tutur Grace Fu.

Singapura merupakan salah satu mitra dagang strategis Indonesia di sektor pertanian. Pemerintah Indonesia menilai masih terdapat ruang yang sangat besar untuk terus memperluas perdagangan komoditas pertanian antara kedua negara.

Pada 2025, nilai perdagangan bilateral komoditas pertanian Indonesia dan Singapura tercatat mencapai sekitar USD 849,6 juta. Dari jumlah tersebut, nilai ekspor produk pertanian Indonesia ke Singapura mencapai USD 482,9 juta, sedangkan impor dari Singapura sebesar USD 366,7 juta.

video story embed