Kumparan Logo

OJK Godok Mekanisme Harga untuk Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih membahas mekanisme price discovery atau pembentukan harga dalam Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS).

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mempersiapkan pembentukan bursa tersebut. Koordinasi juga dilakukan antara lain dengan Badan Industri Mineral (BIM), Danantara, Bank Indonesia, serta pelaku industri terkait.

“Salah satu yang sedang dibahas dengan berbagai stakeholder adalah mengenai price discovery. Ini tentu saja menjadi pertanyaan banyak pihak dan punya harapan kita terkait price discovery ini,” jelas perempuan yang akrab disapa Kiki itu saat konferensi pers RDK Bulanan OJK Agustus 2026, dikutip pada Selasa (8/9).

Kiki menekankan price discovery bakal dirumuskan dengan mempertimbangkan praktik dan perkembangan harga komoditas yang berlaku baik di bursa global maupun domestik.

Kiki berharap mekanisme price discovery tersebut dapat memperkuat transparansi dan efisiensi perdagangan komoditas strategis Indonesia.

“Pembahasan ini tentunya harus didasari dengan semangat bahwa kehadiran atau keberadaan BMKS ini diharapkan semakin memperkuat transparansi dalam pembentukan harga,” ujar Kiki.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis sebagai tahap lanjutan dari kebijakan ekspor satu pintu. Bursa ini ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027.

Prabowo mengatakan pemerintah telah membahas rencana bersama OJK. Pembentukan bursa dinilai diperlukan agar harga komoditas strategis Indonesia tidak lagi sepenuhnya mengacu pada bursa di luar negeri.

“Ini saya mengumumkan tahap lanjutan kebijakan ekspor satu pintu kita. Kita telah membahas bersama OJK bahwa kita ingin segera mendirikan bursa mineral dan komoditas strategis,” ujar Prabowo saat pidato RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen Jakarta, Jumat (14/8).