Kumparan Logo

Pemerintah Siapkan Fitur Marketplace di Aplikasi SAPA UMKM, Begini Fungsinya

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam Konferensi Pers Rapat Koordinasi SAPA UMKM di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam Konferensi Pers Rapat Koordinasi SAPA UMKM di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan

Pemerintah sedang menyiapkan fitur marketplace yang akan menjadi bagian dari pengembangan sistem aplikasi SAPA UMKM. Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengatakan melalui fitur tersebut, pelaku UMKM nantinya dapat memasarkan dan menjual produknya kepada pembeli melalui satu platform.

“Di dalam (aplikasi) baru kita masuk kepada marketplace untuk UMKM yang mereka bisa berjualan di sini kalau fiturnya sudah jadi, sudah ready. Sekarang sedang dalam proses,” ucap Maman dalam Konferensi Pers Rapat Koordinasi SAPA UMKM di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (12/8).

Maman menjelaskan pengembangan marketplace ini dilakukan secara bertahap setelah proses onboarding UMKM dan integrasi berbagai layanan dalam SAPA UMKM berjalan. Saat ini, fitur marketplace tersebut telah siap dan sedang dalam proses integrasi dengan PaDi UMKM.

“Saya pikir kalau ditanya waktu (implementasinya), ya semangatnya kita pokoknya harus ada percepatan dalam semua integrasi ini,” ungkap Maman.

Maman mengatakan marketplace tersebut nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi pelaku UMKM sebagai penjual. Masyarakat umum atau non-UMKM juga dapat mengakses platform tersebut untuk melihat berbagai produk yang tersedia dari sejumlah daerah di Indonesia dan melakukan transaksi.

“Jadi mereka juga bisa melihat potensi produk-produk apa aja yang ada di daerah Papua. Misalnya, yang ada di daerah Jawa Tengah gitu, dan nanti itulah tadi kita akan siapkan fitur namanya Pasar SAPA UMKM,” jelas Maman.

Di sisi lain, Maman mengungkapkan platform marketplace lain seperti Shopee dan Tokopedia tetap beroperasi seperti biasa sesuai kebijakan masing-masing.

“Kalau itu kan tidak masuk nanti di dalam sistem SAPA UMKM, karena mereka sudah punya (sistem) sendiri kan,” ujar Maman.

Maman membeberkan, SAPA UMKM sendiri saat ini memiliki database sekitar 12,7 juta UMKM, tetapi baru sekitar 15.000 UMKM yang aktif menggunakan fitur pelayanan yang tersedia.

“Kenapa ada perbandingan yang cukup tinggi dari yang tadi kurang lebih 12 juta sampai ke 15.000? Karena kan kita untuk memberikan pelayanan kita perlu integrasi sistem dengan semua institusi,” tutur Maman.