Kumparan Logo

Pertemuan Prabowo dan Modi Bahas Penggunaan QRIS Cross Border ke India

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi QRIS. Foto: Acrams/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi QRIS. Foto: Acrams/Shutterstock

Sistem pembayaran QRIS cross border menjadi salah satu pembahasan dari pertemuan antara Presiden Prabowo dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi. Nantinya, QRIS juga ditargetkan bisa digunakan di India.

Prabowo berharap ada efisiensi transaksi yang bisa dicapai dari rencana tersebut. Sehingga sektor keuangan kedua negara semakin kuat.

“Kami menyambut baik kemajuan pembahasan sistem pembayaran lintas batas berbasis QR, cross-border QR payment linkage, antara Indonesia dan India. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperkuat ketahanan sektor keuangan,” kata Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/7).

Presiden Prabowo Subianto menyambut kedatangan Perdana Menteri India Narendra Modi saat tiba selama kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Prabowo melihat kerja sama Indonesia dan India dalam aspek ekonomi merupakan salah satu pilar utama. Untuk itu, selain pengembangan QRIS cross border, Prabowo juga akan meningkatkan hubungan dagang Indonesia-India dengan mempercepat pembahasan Indonesia-India Preferential Trade Agreement dan peninjauan upgrading ASEAN-India Trade in Goods Agreement.

Terkait QRIS, sebelumya Bank Indonesia (BI) menargetkan implementasi QRIS lintas negara akan diperluas dengan sejumlah negara, yakni India, Hong Kong, dan Timor Leste pada 2026.

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menjelaskan target tersebut berdasarkan dari capaian transaksi QRIS secara keseluruhan.

“QRIS cross border ini kerja sama mungkin di tahun 2026 ini kita akan menargetkan dengan India, dengan Hong Kong, dan juga dengan Timor Leste,” kata Filianingsih.

Ia membeberkan, hingga saat ini transaksi QRIS telah mencapai 7,83 miliar transaksi dari target 17 miliar transaksi pada tahun ini. Sementara itu, jumlah merchant QRIS telah mencapai 45,3 juta dari target 47 juta merchant.

Filianingsih juga menyebut transaksi QRIS lintas negara, baik inbound maupun outbound, terus menunjukkan peningkatan. Secara neto, transaksi inbound tercatat lebih besar, yang berarti penggunaan QRIS oleh wisatawan asing di Indonesia lebih tinggi dibanding transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri.

BI juga buka peluang perluasan kerja sama pembayaran lintas negara berbasis QRIS ke Vietnam dan Filipina. Di kawasan Asia, saat ini layanan pembayaran QRIS antarnegara telah terhubung dengan Thailand, Malaysia, Jepang, dan Singapura.